Maria Polii Sukses Perjuangkan Nasib 41 Siswa Baru di SMANSÀ Tomohon

TOMOHON, mejahijau.com – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon, Eny Maria Polii SH, turut merespons kisruh yang terjadi di SMA Negeri I Tomohon, baru-baru ini.

Apa pasal, kabar menggelitik kembali hiasi ruang publik seputar isu dugaan Pungutan liar (Pungli), yang melanda Sekolah unggulan berprestasi di Kota Tomohon.

Menurut Polii, khabar miring tersebut patut diklarifikasi dan diluruskan, sehingga nasyarakat tidak salah tafsir dengan image buruk.

Ini terancam mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kota Tomohon yang dikenal sebagai kota Pendidikan.

“Saya bertemu langsung dengan Kepala Sekolah SMA Negeri I Tomohon, sekaligus menanyakan tentang ikhwal isu yang beredar,” ujar Srikandi LPM Kota Tomohon ini, Senin, (10/07/2023).

Menurutnya, sesuai penjelasan dari Kepala Sekolah, mereka tidak tahu menahu tentang hal itu.

Bahkan, manajemen sekolah tak pernah mengarahkan dan melakukan tindakan seperti isu yang beredar di media sosial.

“Jadi, sebetulnya informasi yang valid adalah inisiatif dan spontanitas dari para orang tua siswa untuk membantu sekolah guna kepentingan masa depan anak-anak mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, spontanitas dari 41 orangtua siswa untuk berupaya agar anak-anak mereka bisa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN I Tomohon.

“Akhirnya 41 siswa dapat diterima dan mengikuti proses MPLS sebagai siswa baru di Kelas 10 SMANSA Tomohon. Bayangkan saja, kasihan kan nasib mereka jika tidak diterima sebagai siswa,” kilah Polii.

Kesempatan itu, langsung digelar rapat orang tua siswa bersama Komite Sekolah di Aula Nazaret dipimpin Tonny Salawati selaku Ketua Komite SAMNSA Tomohon.

“Hasil rapat orang tua siswa bersama pihak Komite Sekolah memutuskan beberapa kesepakatan bersama untuk menunjang prosea Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) peserta didik di SMANSA Tomohon,” jelasnya.

Sebelumnya, isu mengemuka yang beredar di Medsos telah terjadi dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Sekolah SMANSA Tomohon dalam tahapan penerimaan siswa baru.

Diketahui, proses penerimaan siswa baru di SMANSA Tomohon sebanyak 600-an murid berdasarkan kuota.

Sehingga 41 siswa baru yang diterima paling terakhir adalah merupakan peserta didik tambahan.

“Jadi, kami telah memfasilitasi dengan pihak sekolah agar ke 41 siswa dapat diterima meskipun harus menempati fasilitas ruang Kelas secara terbatas. Namun kedepan akan diperlengkapi dengan sarana penunjang lainnya,” pungkasnya.(jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *