oleh

Ketua DPRD Umbar Janji Bodong, Belakangan Terungkap Main Proyek

KOTAMOBAGU, mejahijau.com – Ketua DPRD umbar janji bodong, belakangan terungkap ada main proyek.

Ungkapan menggelitik, jangan pernah percaya janji politisi. Selain bohong, dipastikan janji mereka adalah bodong belaka.

Ungkapan menggelitik itu sebenarnya sudah beredar luas di masyarakat. Namun masih saja ada yang terperosok manisnya mulut seorang politisi.

Janji dusta kali ini keluar dari ‘bibir’ politisi PDIP inisial WK alias Welkom. Sosok ini adalah politisi mumpuni yang memiliki pengaruh luas.

Selain menjabat Bendahara DPC PDIP, Welkom juga menjabat Ketua DPRD salah satu daerah di Negeri Totabuan.

Adapun korbannya adalah lelaki inisial FR alias Farat yang tergiur bibir manis sang politisi. Farat tampak terhempas dengan janji-janji oknum politisi PDIP ini.

Kepada redaksi mejahijau.com, korban Farat ungkapkan semua janji-janji Bendahara PDIP yang juga Ketua Dewan Yang Terhormat ini.

Meski dirinya menjadi korban, Farat buktikan sendiri betapa bohongnya janji Welkom yang notabene politisi PDIP dari Negeri Totabuan di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Pertama korban Farat mengaku menyerahkan duit kepada Welkom sebesar Rp 50 juta pada hari Minggu 22 Mei 2022. Hari itu bertepatan Ir Limi Mokodompit MM dilantik sebagai Penjabat Bupati Bolmong.

Farhat ditelpon oknum Welkom. Saat telpon Welkom mengingatkan soal keperluannya yang sudah disampaikan dua hari sebelumnya.

Kala itu Welkom mengaku dirinya Ketua Tim Pelantikan Limi Mokodompit sebagai Penjabat Bupati Bolmong. Dan dia sedang bersama pasukannya.

Farat-pun menemui Welkom untuk memenuhi permintaanya sebesar Rp50 juta. Duit diserahkan Farat di rumah Welkom di bilangan Kelurahan Malalayang, tepatnya di bagian belakang RSUP Kandou Manado.

Setelah itu, kurang dari satu minggu kembali Ketua Dewan dari Fraksi PDIP ini meminta lagi tranfer ke rekening pribadinya sebesar Rp50 juta.

Setelahnya, satu minggu kemudian Bendahara PDIP ini meminta lagi uang tunai senilai Rp70 juta, dan diserahkan di rumah pribadinya di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Setelah tiga kali transaksi itu, Welkom kembali ‘menguras’ Farat dengan tegel granit yang harganya mahal untuk memoles villa-nya di Kelurahan Tumubui, Kotamobagu Utara.

“Tegel granit ukuran 60×60 sebanyak 50 dos yang mahal punya. Tegel diangkut dengan pajero dua kali bolak-balik,” jelas Farat.

Menurut Farat, nilai duit beserta tegel yang diserahkannya dijanjikan proyek oleh Ketua Dewan Welkom.

Belakangan Farat tahu kalau ternyata janji politisi PDIP yang pimpinan partainya di Sulut Olly Dondokambey ternyata bohong belaka.

Suatu kali pernah ketemu, Welkom janjikan akan mengembalikan uang yang pernah diserahkan Farat kepadanya. Namun lagi-lagi janji Welkom tak ditepati.

Farat mengaku dirinya empat (4) kali mendatangi rumah Welkom namun tak ketemu. Komunikasi lewat SMS (short message service) tak dijawab. Telpon juga sudah tak digubris Ketua Dewan Terhormat ini.

“Saya berpikir ini sudah tidak ada niat baik lagi. Kalau sudah begitu, kedepan saya akan membawanya ke ranah hukum. Saksi-saksi ada, dan bukti-buktinya juga ada semua,” pungkasnya kesal.

Sayangnya sekian kali upaya konfirmasi kepada Ketua DPRD dimaksud selalu menemui jalan buntu hingga berita ini diturunkan.(*/kiki)