oleh

Antisipasi Krisis Pangan 2023, Pemkab Sangihe Gandeng Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut

TAHUNA, mejahijau.com – Antisipasi krisis pangan global tahun 2023 mendatang, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyalurkan bantuan kepada kelompok tani holtikultura.

Prosesi penyaluran bantuan, penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menerima informasi dari pemerintah pusat, bahwa pada tahun tahun 2023 dunia bakal hadapi krisis pangan secara global.

Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan ungkapkan kekuatiran internasional menghadapi krisis pangan global tahun 2023 mendatang.

“Untuk itu, Pemkab Sangihe terus mengupayakan bantuan kepada petani yang ada di Kepulauan Sangihe,” ungkap Tamuntuan.

Pada tahun 2023 mendatang, lanjut Penjabat Bupati Sangihe, kelompok-kelompok tani harus lebih proaktif. Tetap perhatikan dan memberikan hasil terbaik dari semua bantuan bibit yang diberikan oleh pemerintah.

Jika sudah masuk masa panen, kata Rinny Tamuntuan, Pemkab Sangihe akan menyiapkan pasar dan tempat untuk menjual hasil panen para petani.

Disaksikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut Wilhelmina JN Pengemanan, Penjabat Bupati dr Rinny Tamuntuan salurkan bantuan bibit kepada petani.

“Dan itu sudah dikomunikasikan dengan Kepala Dinas Perindag dan Pertanian, agar supaya hasilnya bisa dimanfaatkan. Jangan sampai tidak tahu mau dijual kemana,” katanya.

Lanjut Rinny Tamuntuan, jika sudah tiba masa untuk panen, maka kelompok tani dapat memberikan informasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sangihe.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina JN Pengemanan mengatakan, bantuan bibit yang diserahkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk mengantisipasi adanya krisis pangan global.

Ibu-ibu rumah tangga di Kepulauan Sangihe juga dibekali bibit guna ketahanan pangan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terimakasih untuk Ketua DPRD Provinsi Sulut dr Fransiskus Andi Silangen, atas perjuangan beliau sehingga alokasi anggaran kurang lebih 250 hektar, 75 persennya masuk ke Sangihe,” pungkas Pangemanan.(advertorial)