oleh

UMKM Krysan Sajikan Handy Craft Ole-Ole Khas Tou Mu’ung

TOMOHON, mejahijau.com – UMKM Krysan sajikan handy craft ole-ole khas Tou Mu’ung kata lain dari Tomohon.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan aktivitas usaha yang dilakukan perorangan maupun Badan Usaha milik perorangan.

Usaha Kecil Menengah merupakan kegiatan usaha untuk memperluas lapangan kerja hingga mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran.

UMKM juga berperan mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan stabilitas nasional terutama produk domestik bruto dan menyerap tenaga kerja.

Hal ini turut memberi motivasi serta memicu semangat para pengelola usaha kecil menengah di Kota Tomohon.

KREATIVITAS GENERASI MUDA

Salah sunya UMKM Krysan berlokasi di bilangan jalan raya Kelurahan Kakaskasen Dua, Tomohon Utara.

Pengelola usaha UMKM Krysan menyajikan seabrek produk para pengrajin lokal.

Kain batik corak Minahasa produk lokal warga Tomohon tersedia di UMKM Krysan Tomohon.

Tersedia menu khas ala Tou Mu’ung (kata lain Tomohon), racikan para chef berpengalaman dalam mengolah berbagai jenis makanan.

Tak heran, usaha Krysan dinilai berbagai kalangan sangat cocok menjadi lokasi kunjungan wisatawan terutama yang ingin ole-ole handy craft.

Menariknya pengelola Krysan adalah sosok muda bernama lengkap Karen Senduk, putri Wali Kota Tomohon Caroll Senduk dan Jeanne d’Arc Karundeng.

Karen saat ditemui di tempat usahanya lasimnya dengan senyum khas menyambut ramah para tamu yang berkunjung.

“Krysan adalah tempat yang menyediakan ole-ole produk UMKM masyarakat Tou Mu’ung. Jadi, semuanya ditampung disini,” ungkapnya baru-baru ini.

Lanjutnya, Krysan ada di Tomohon sebagai wadah UMKM dan kerajinan hasil karya masyarakat Kota Tomohon memang disediakan khusus untuk mereka.

UMKM Krysan juga memajang kue kering beraneka rasa produk usaha kecil warga Tomohon.

Selain itu, kehadiran Krysan juga mendorong upaya pemerintah mewujudkan Tomohon sebagai Kota Wisata Dunia.

“Tempat usaha Krysan adalah upaya kami anak muda Kota Tomohon untuk menunjang pemerintah mewujudkan Tomohon sebagai Kota Pariwisata Dunia,” terangnya.

Karen berharap, melalui Krysan Kota Tomohon dikenal di kancah internasional lewat produk-produk berkualitas yang dihasilkan warga Kota Tomohon.

“Kedepan kota Tomohon boleh dikenal dunia lewat produk-produk hasil kerajinan masyarakatnya sendiri,” tuturnya.

Ia mengajak para pemuda kreatif bersama pemerintah lebih serius mendorong sektor pariwisata di kota Tomohon.

KRYSAN SEBUAH KARYA MENYEJUKAN

Diketahui, sistem kerjasama di Krysan sangat menarik. Produk masyarakat berkualitas sesuai quality control dipajang disitu.

Bahkan Krysan ikut mempromosi serta mendorong berkembangnya produk kearifan lokal untuk lebih maju dan dihargai.

Selain itu juga, dia berharap inovasinya ini mampu membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

Suasana sejuk ketika kita menapakan kaki ke area bisnis UMKM Krysan di Kota Tomohon.

“Kita berharap produk-produk lokal ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Apabila berkunjung ke Krysan, disana akan terlihat berbagai jenis makanan khas, minuman, obat-obatan tradisional, kaos, kain batik, serta beragam kerajinan masyarakat lokal.

Di tempat ini juga tersedia kedai kopi yang menyajikan aneka rasa.

“Jadi, sambil berbelanja ole-ole, kita bisa menikmati hawa sejuk Kaki Gunung Lokon,” ucap Karen.

Suasana nyaman benar-benar terasa di Krysan. Saat memasuki pintu masuk, kita benar-benar disambut dengan keramahan hakiki.(*jopa)