oleh

Rumah Sakit Advent Manado Baik-Baik Saja, Soal Kisruh Dijelaskan Pengurus Yayasan

MANADO, mejahijau.com – Rumah Sakit Advent Manado baik-baik saja di balik kisruh yang terjadi. Begini penjelasan Pengurus Yayasan.

Kisruh di Rumah Sakit Advent Manado, akhirnya dijelaskan Ketua Pengurus Yayasan RS Advent Manado, Jannes Daniel Vicky Roring, Senin, (05/09/2022).

Penjelasan disampaikan melalui rilis Kepala Bagian Umum David Rattu yang menyitir ketegangan di dalam tubuh RS Advent Manado.

David menjelaskan, kisruh yang terjadi di RS Advent Manado baiknya jangan dikaitkan dengan Pendeta Samuel Yotam Bindosano. Pendeta Samuel Yotam Bindosano adalah Pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), jadi tidak terkait dengan masalah tersebut.

“Beliau adalah Pimpinan GMAHK Uni Kawasan Timur Indonesia, jadi jangan dikait-kaitkanlah,” katanya.

Dijelaskan David, pimpinan GMAHK selaku Ketua Badan Pembina Yayasan telah delegasikan kerjanya kepada Pengurus Yayasan serta Pengawas Yayasan RS.

MENCARI SOLUSI DISHARMONISASI

Sebelumnya, Ketua LSM LAMI (Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia) Sulut Indriani Montolalu beberkan penyakit kronis tengah menggerogoti RS Advent Manado.

Penyakit dimaksud yakni hubungan tak harmonis antara Direksi dengan Pengurus Yayasan RS Advent Manado yang diketuai Jannes Daniel Vicky Roring.

Permasalahan berlarut-larut, padahal seharusnya segera ditangani Pendeta Samuel Yotam Bindosano selaku Ketua Badan Pembina Yayasan.

Tetapi nyatanya, pembina yayasan terkesan sengaja mendiamkannya,” ungkap Indriani Montolalu.

Akibatnya merembes hingga dugaan penyimpangan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) di RS yang dipimpin dr Reuben Supit.

Disharmonisasi antara Direksi dengan Pengurus Yayasan RS Advent Manado, David Rattu selaku Kepala Bagian Umum-nya tak menampik.

“Soal mungkin kurang harmonis antara Pengurus Yayasan dengan Direksi dalam hal ini Direktur, sebenarnya itu masalah internal,” katanya.

Jika ada masalah, kata dia, semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik. Dan memang Pengurus Yayasan mendapat mandat untuk melihat kerja direksi.

Apabila ada kekurangam, itu kan dapat diperbaiki dan sudah pasti itu akan dilakukan demi kebaikan keluarga besar RS Advent Manado.

RS ADVENT MANADO BAIK-BAIK SAJA

David Rattu juga Kepala HRD di RS beralamatkan Jalan 14 Februari, Teling Atas, Wanea – Kota Manado menambahkan, Pendeta Bindosano memang Ketua Badan Pembina Yayasan.

Namun seluruh kewenangannya sudah diserahkan kepada organ dari Pengurus Yayasan RS Advent Manado yang diketuai Jannes Daniel Vicky Roring.

“Pak Vicky Roring sebagai Ketua Pengurus Yayasan-lah yang mengatur, mengurus, serta bekerjasama dengan Direksi dan dievaluasi oleh Pengawas Yayasan,” katanya.

Soal dugaan penyalahgunaan dana insentif Nakes Covid-19, kata dia, pihaknya tak akan menutup akses apabila pihak berwewenang akan melaksanakan tugasnya.

Hanya saja, hasil pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Sulut khusus dana Covid-19 yang ditransfer ke rekening RS Advent Manado tidak ada kekeliruan.

“Kami bersyukur hasil audit BPK-RI Perwakilan Sulut khusus dana Covid-19 yang ditransfer ke rekening RS Advent Manado tidak ada masalah,” kata David bahwa pihaknya menunggu hasil dari pemeriksaannya.

Lanjut dia, walaupun di luar ada pemberitaan-pemberitaan terkait RS Advent Manado, namun itu tak menyurutkan pelayanan terbaik para nakes.

“Tenaga kesehatan baik dokter, perawat, dan elemen pegawai, semua tetap bekerja dengan baik dan penuh semangat melayani,” kata David.

Saat ini, kata dia, para nakes RS Advent Manado masih merawat dan melayani sebanyak 20 pasien Covid-19.

DR REUBEN SUPIT TERPILIH SESUAI TRADISI

Kemudian David Rattu menjelaskan soal eksistensi Direktur, Wakil Direktur Medis, serta Wakil Direktur Keuangan yang baru di RS tersebut.

Dia menguraikan, masa jabatan direksi regular setiap lima tahun, yakni periode 2015-2020. Pada Agustus 2020 lalu masa jabatan sudah berakhir sehingga harus dilakukan pemilihan.

Namun karena terhalang pandemi Covid-19, maka pemilihan tertunda 1 sampai 2 tahun, dan masa jabatan direksi pun ikut diperpanjang.

Dengan periodisasi tetap yakni 2020-2025, pemilihan meski sempat tertunda namun baru dapat dilaksanakan tahun 2022 ini.

Dan hasilnya, adalah jajaran direksi yang menjabat sekarang.

“Pengisian jabatan Direksi dilakukan sesuai tradisi dari bord majelis di RS Advent Manado,” ucap David Rattu.

Adapun hasil pemilihannya, dr Reuben Supit terpilih kembali sebagai Direktur RS Advent Manado. Kemudian dr Roger Bara Riwudjeru terpilih Wakil Direktur Medis, dan Jimmy Poluan sebagai Wakil Direktur Keuangan.

“Periodisasi direksi yang baru sampai tahun 2025. Jadi pemilihan sudah sesuai tradisi dan mekanisme yang ada di RS Advent Manado,” pungkas David Rattu.(tim redaksi)