oleh

Ini Potensi Bencana yang Selalu Mengincar Kota Tomohon

TOMOHON, mejahijau.com – Walikota Tomohon diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Tomohon Drs Octavianus DS Mandagi MAP menghadiri Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana, di aula lantai tiga Mall Pelayanan publik Kota Tomohon, Kamis, 16 Mei 2022.

Sambutan Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Drs Octavianus DS Mandagi MAP menegaskan, keadaan geografis Sulawesi Utara termasuk dalam rangkaian 3 lempeng bumi aktif dan masuk pada lingkaran cincin api dunia.

“Terdiri dari wilayah daratan dan wilayah kepulauan dengan panjang garis pantai kurang lebih 1.837 km sehingga Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi bencana baik di daratan dan lautan,” jelas Mandagi.

Bahkan, potensi bencana yang teridentifikasi di Sulawesi Utara yaitu gempa bumi, letusan gunung api, banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, gagal teknologi, gelombang ekstrim, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang laut serta bencana non alam termasuk Covid-19.

“Khusus di Kota Tomohon, kita memiliki aktifitas gunung berapi, yaitu Gunung Lokon (1579 dpl) dan Gunung Mahawu (1372 dpl), tanah kurang stabil pemicu longsor, pohon tumbang, kelalaian atau kerusakan aliran listrik dan bencana lainnya yang tidak terduga (non alam).

“Keadaan ini, tentu berbeda dengan daerah lain, yang memiliki laut atau pantai, sehingga potensi bencana setiap daerah sangat beragam. Namun demikian, setiap kita tidak menginginkan terjadinya bencana apapun itu,” ujarnya.

Pemerintah berupaya memikirkan, menyiapkan, dan mengantisipasi kemungkingan terjadinya bencana alam karena aktifitas manusia pemicu bencana dan bencana non alam.

Sehingga kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada perangkat daerah dan masyarakat untuk mengetahui keadaan alam sekitar dan bagaimana langkah antisipatif, serta mitigasi bencana.

Kiranya dengan terselenggaranya sosialisasi ini, kita dapat menganalisa dan menyusun langkah strategis yang diperlukan dalam upaya pengurangan resiko bencana di kota Tomohon. sambil terus berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa untuk menjaga dan melindungi daerah tercinta Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami Pemerintah Kota Tomohon terus mengajak kepada kita semua untuk mendukung program dan kegiatan Pemerintah, serta mensukseskan Tomohon International Flower Festival, untuk Tomohon yang maju, berdaya saing dan sejahtera,” kunci Mandagi.

Turut hadir, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara Drs Joi Oroh, Mewakili Pusat Fulkanologi Nitigasi Bencana Geologi Sulawesi Utara Farid, dan para Peserta Sosialisasi.(*jopa)