oleh

Alpius yang Hilang Misterius, Ditemukan tak Bernyawa di Pantai Kinunang

AIRMADIDI, mejahijau.com – Angin sepoi-sepoi di tepian Pantai Kinunang, salah satu desa di Kecamatan Likupang Timur, mendadak buyar mendengar ditemukan mayat seorang laki-laki, Selasa, 16 November 2021, siang.

Setelah diidentifikasi, mayat tersebut tak lain lelaki Alpius Horomati (49) yang diduga hanyut terbawa arus angkernya Kuala Kima Atas yang melintasi Lingkungan 7 Kelurahan Pandu.

Dari lokasi tempat kejadian di tempat ‘fufu’ kelapa disamping Kuala Kima Atas di Kelurahan Pandu, jenazah korban ditemukan sejauh 58 Km ke arah utara di Pantai Kinunang.

Jasad Alpius diklaim hilang sejak Jumat pekan lalu, akhirnya ditemukan mengapung di tepian pantai Desa Kinunang yang di garis pasir putih Pantai Pulisan, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara.

Baca juga:  Danramil Galela 'Jadi Guru' Kebangsaan untuk Siswa SMA Kristen Nehemia

Basarnas Manado mendapat informasi orang hilang pada hari Minggu, 14 November 2021, dan langsung melakukan pencarian dengan menyisir alur Kuala Kima Atas yang disebut-sebut angker.

Dua hari pencarian tim Basarnas Manado tak menemukan jenazah korban, hingga akhirnya Selasa 16 November siang, korban ditemukan mengapung di pantai Desa Kinungan.

Berdasarkan laporan masyarakat, Pos SAR Likupang langsung bergerak ke lokasi dan langsung mengevakuasi jasad korban. Mengidentifikasi korban tim SAR sempat kebingungan karena korban tanpa identitas. Namun pihak keluarga korban langsung mengenali Alpius Horomati dari tato naga di bagian lengannya.

Dari pengakuan keluarga korban, Kordinator Pos SAR Likupang langsung mengevakuasi jenazah korban dan membawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Baca juga:  Polres Kepulauan Sangihe Deklarasi Perang Terhadap Narkoba

Kepala Basarnas Manado, Suhri Sinaga berterimakasih kepada tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian korban. “Semua tim telah berkoordinasi dengan baik, sehingga misi pencarian korban pada akhirnya ditemukan,” kata Suhri Sinaga.

Menurutnya, keberadaan Basarnas Manado hanyalah untuk mengabdi ke masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Apabila ada kejadian yang membahayakan jiwa manusia, tim Basarnas Manado siap menjalankan tugas apapun, walaupun kejadian itu terjadi di malam hari.

Adapun korban Alpius Horomati (49) yang kelahiran Desa Malamenggu, Kecamatan Tabukan Selatan, tercatat sebagai warga Desa Talawaan Bantik Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.(kiky/*tim redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed