oleh

Fraksi Nasdem Kaget, Seleksi ‘Keling’ di Kota Manado Tidak Transparan

MANADO, mejahijau.com – Seleksi Pemilihan Kepala Lingkungan (Keling) baru-baru ini menuai kritik dari sejumlah elemen di Kota Manado.

Sebagian tidak percaya hasil seleksi penetapan Keling berlansung jujur dan adil karena tidak adanya transparani dari Pemerintah Kota Manado.

Permasalahan dalam penjaringan Keling, sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Mapanget, Jumat, 06 Agustus 2021 mendatangi kantor DPRD Kota Manado.

Mereka menyampaikan keluh-kesah karena ketidak adanya transparansi saat penyeleksian pencalonan Keling di wilayah Kecamatan Mapanget.

“Perekrutan calon Keling melalui panitia seleksi Pemkot Manado dan Kecamatan, diduga kuat tidak sesuai aspirasi masyarakat, tidak jujur, tidak adil, serta tidak transparan,” ungkap Marcel Makikama, mantan Kepala Lingkungan yang tak lolos seleksi Keling.

Baca juga:  Pasar Gelap BBM Bersubsidi, Kapolda Sulut Diminta Tangkap Ko’ Afu

Aspirasi warga yang sebagian di antaranya sejumlah calon Keling tereliminasi itu disampaikan ke Fraksi Partai Nasdem yang diterima langsung Frederik Tangkau selaku ketua fraksinya.

Menurut Frederik Tangkau, pihaknya kaget dengan assessment seleksi kalau tidak adil, tidak jujur dan tidak transparan. Olehnya aspirasi warga masyarakat Kecamatan Mapanget sedianya akan dibawa Fraksi Partai Nasdem untuk diteruskan kepada pimpinan dewan kemudian dibahas lebih lanjut.

Baca juga:  Pemerintah Desa Pakuure Salurkan 81 Unit Mesin Paras dan 60 Sprayer

“Catatan penting bagi kami selaku perwakilan rakyat dalam monitoring sesuai dengan aturan yang berlaku yang berazaskan kelembagaan, nantinya akan dibahas komisi 1 yang membidangi pemerintahan,” kata Tangkau.

Lanjut dikatakan, sejauh mana permasalahan penyeleksian pencalonan Keling yang dilakukan oleh panitia seleksi pemkot Manado dan pemerintah kecamatan nantinya akan terungkap dalam pembahasan nanti. Pihaknya berharap tim penyelenggara seleksi Keling dapat mempilarkan transpransi tentang regulasi proses tahapan pemilihan agar dapat dipahami dan bisa diterima oleh masyarakat.(ishak nurdin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed