oleh

Hadapi Varian Baru, Kepala Daerah Diminta Fokus Masalah Covid-19

JAKARTA, mejahijau.com – Pemerintah dan rakyat Indonesia benar-benar belum bisa bersatu mengendalikan Covid-19.

Data pemerintah pada Senin, 19 Juli 2021, angka Covid-19 mengalami penambahan kasus.

Laporan pada pukul 12.00 WIB, Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan, penambahan 34.257 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Artinya, total kasus Covid-19 di Indonesia hingga Senin, 19 Juli 2021, mencapai 2.911.733 orang.

Dengan kasus yang terus bertambah, rupanya pemerintah belum bisa memprediksi kapan bencana wabah Covid-19 ini akan berakhir.

Joko Widodo sebagai Kepala Negara mengaku belum bisa memprediksi kapan semua ini akan berakhir.

Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi varian delta yang bersumber dari India.

Baca juga:  Tekad Kuat Djenri Keintjem Tunjang Program Jokowi

Belum lagi WHO mengabarkan diperkirakan akan datang varian baru ke Indonesia.

“Akhir dari pandemi ini belum bisa diprediksi,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan secara virtual kepada kepala daerah seluruh Indonesia pada Senin, 19 Juli 2021.

Lanjut Jokowi, setelah varian pertama, kemudian datang varian delta.

Tiga hari yang lalu, kata Jokowi, WHO menyampaikan diperkirakan akan muncul lagi varian baru.

“Ini akan menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan. Artinya, kita butuh ketahanan napas yang panjang,” kata Jokowi.

Dengan kondisi seperti saat ini, Jokowi meminta gubernur, bupati, wali kota serta dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), fokus kepada masalah Covid-19.

Baca juga:  Presiden Jokowi Tergugat Gara-gara "Ijasah Palsu" Rektor Unima

Tegas Jokowi, baik dari sisi penanggulangan Covid-19-nya maupun sisi ekonomi.

Jokowi menilai, manajemen serta pengorganisasian adalah kunci, yang artinya semua mesin organisasi dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Lantas dia menjelaskan, jika yang saat ini dibutuhkan masyarakat adalah kepemimpinan lapangan yang kuat untuk menghadapi pandemi.

Kepemimpinan yang dimaksud Jokowi adalah paham kondisi lapangan dan mampu bergerak cepat dan responsif.

Lanjutnya, kepemimpinan lapangan harus kuat di semua level pemerintahan. “Dari level atas sampai level kecamatan, tingkat kelurahan dan desa,” tutur Jokowi.(*pikiranrakyat.com/ferry/kiky)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed