oleh

Ini Identitas Mayat Membusuk di Kampung Bentung

TAHUNA, mejahijau.com – Warga Kampung Bentung kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel) dihebohkan penemuan mayat laki-laki paroh baya, Sabtu, 10 Juli 2021.

Mayat yang sudah membusuk itu ditemukan di lindongan II Kampung Bentung atau tepatnya disamping rumah korban.

Kapolres Sangihe melalui kasat Reskrim Iptu Kieffer FD Malinda S.Tr.K menjelaskan, identifikasi korban diketahui bernama Yahya Karlos usia 71 tahun yang akrab dipanggil Ahi.

Menurut keterangan saksi Alfrit Tahulending (60) warga yang sama, kampung tersebut, bahwa pada hari Sabtu 10 Juli 2021 sekitar pukul 06.00 Wita, dirinya sedang memasak air minum.

Saat itu Alfrits diberitahukan lelaki Ronald Gaspar bahwa korban Yahya Karlos tergeletak di tanah dan di kerumuni lalat.

Setelah menerima informasi dari Ronald Gaspar, saksi Alfrits pensiunan PNS ini langsung memberitahu Adrian Manoppo selaku keluarga terdekat korban.

Baca juga:  Bupati Frans Manery Serahkan Bantuan Kemanusiaan kepada Warga Halsel

Ketiganya mengaku terakhir kali melihat korban Yahya pada hari Kamis, 8 Juli 2021 siang.

Kemudian saksi Alfrit Tahulending bersama Adrian Manoppo beserta anaknya Andro Manoppo langsung menuju ke tempat dimana korban Yahya tergeletak.

“Saat itu kami temukan korban dalam keadaan tergeletak di tanah dikerumuni lalat. Sudah meninggal dunia karena tercium bau busuk,” jelas para saksi.

Sesampainya di tempat tersebut, korban yang sudah dikerumuni lalat dan tercium bau busuk, saksi Andro Manoppo langsung mengambil terpal untuk menutup jenasah korban Yahya Karlos alias Ahi.

Dikisahkan saksi, terakhir korban datang ke rumah saksi pada sore hari Rabu 7 Juli 2021. Waktu itu korban sempat minta makan di rumah saksi. Kabarnya korban Yahya mempunyai riwayat penyakit kolesterol, hipertensi, dan gangguan pada jantung.

Baca juga:  Tekan Inflasi, Gubernur Olly Rencanakan Pasok Rica dari Surabaya

Korban juga pernah rawat inap di RSUD Liung Kendage Tahuna sekitar tahun 2007. Penyakit korban juga pernah kambuh pada tahun 2015 dan dirawat inap di Puskesmas Bentung.

Sejak tahun 2015 itu, korban Yahya sering sakit bahkan sempat diklaim gangguan jiwa.

Keterangan menurut dokter Fiblesti Papendang, hasil pemeriksaan luar ditemukan adanya lebam pada tubuh korban. Dan mayat korban sudah kaku karena diduga meninggal sudah lebih dari 12 (duabelas) jam. Bagian tubuh korban melepuh, dan ada sebagian kulit yang sudah mengelupas. Pada bagian kepala sudah membusuk, namun tulang tengkorak tetap utuh. Dan pada bagian tubuh serta di kepala korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.(gustaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed