oleh

Pemkot Manado Ibarat Pemerintahan dari Negeri Dongeng

MANADO, mejahijau.com – Empat kali Lucky Datau melakukan reses, kesemuanya tak pernah ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Pelak saja, politisi DPRD Kota Manado ini menyindir Pemerintahan Kota Manado ibarat pemerintahan negeri dongeng.

Hal itu diungkapkan politisi Partai Amanah Nasional (PAN) Lucky Datau pada reses pertama tahun 2021 di Kelurahan Lawangirung lingkungan 1 Kecamatan Wenang, Jumat 9 April 2021.

Reses tersebut dihadiri Camat Wenang, Lurah Lawangirung, Kapolsek Wenang, serta warga sekitar Kelurahan Lawangirung yang mengikuti serap aspirasi.

Lucky mengharapkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi agar serapan aspirasi ini bisa dibawa ke dalam paripurna DPRD Kota Manado. Apa-apa saja yang belum tersentuh pembangunan, atau kendala dalam pelayanan pemerintah selama ini, dipersilahkan untuk diajukan.

Penyerapan aspirasi masyarakat terungkap banyak hal, diantaranya tempat fasilitas pengajian anak-anak, pembuatan drainase, dana lansia, serta fasilitas komunikasi pelayanan keamanan darurat, dan semuanya menjadi penyerapan permintaan aspirasi masyarakat.

Baca juga:  Kini Masjid tak dapat Seenaknya Lagi Gunakan Pengeras Suara. Ini aturannya…

Menjawab semua itu, Lucky Datau menjelaskan, terkait fasilitas pengajian santri anak-anak sebanyak 25 orang tidak memadai, begitu juga dengan penanganan masalah drainase, lansia, serta fasilitas komunikasi pelayanan keamanan darurat, kesemua aspirasi ini akan dituangkan ke dalam pokok pikiran (Pokir) setiap Anggota DPRD Kota Manado untuk dibahas pada paripurna nanti.

“Saya selama menjadi Anggota Dewan sudah melakaukan 4 kali reses. Dan pokir-pokir yang ada, saya serap dan diteruskan. Tetapi kesemuanya tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah Kota Manado,” katanya.

Menurutnya, apa yang diungkapkan adalah fakta. Untuk apa melakukan reses sementara pemerintah diam tidak pernah melakukan tindakan apa-apa.

Baca juga:  Proyek Nawacita Jokowi Amburadul, Triono Akui Kinerjanya Buruk

Terhadap aspirasi masyarakat, kata dia, telah terjadi pembiaran karena tidak ditindak lanjuti oleh Pemkot Manado setiap kali dirinya melakukan reses.

“Menurut hemat saya, pemerintah seperti ini ibarat pemerintahan dari ‘negeri dongeng’, karena selama ini tidak menjalankan amanat rakyat sebagaimana mestinya. Tidak peka terhadap kejadian yang dialami oleh masyarakat,” ungkap Lucky Datau.

Mudah-mudahan pemerintahan baru yang sudah ditetapkan DPRD Kota Manado lewat paripuna baru-baru ini bisa menjadi harapan masyarakat menuju Kota Manado yang lebih baik.

“Kita akan mengawal bersama sama, semoga aspirasi yang kita terima akan ditindaklanjuti pemerintah baru terpilih. Kita bangun Kota Manado dengan pemerintahan yang baru,” kunci Lucky Datau.(ishak nurdin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed