oleh

Desakan Tetty Paruntu Mundur Semakin Kencang!

MANADO, mejahijau.com – Partai lambang pohon beringin di Sulawesi Utara (Sulut) tak lagi rimbun. Akarnya pun mulai mongering, ranting-rantingnya mulai mongering. Hal itu mengundang prihatin para sesepuh Partai Golkar Sulut.

Ungkapan keprihatinan dapat dilihat dari postingan laman facebook beberapa mantan pengurus Partai Golkar Sulut. Mereka beramai-ramai mendesak Ketua DPD Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty Paruntu melepas jabatannya.

Ketidak mampuan membesarkan Partai Golkar menjadi biang kerok desakan kuat perempuan ini didesak mundur.

Begitu juga sejumlah grup media sosial Whatsaap, tersiar berita desakan Tetty Paruntu sebaiknya mundur. Salah satunya dari pernyataan keras Edos Kerap.

“Sikap arogansi yang ditunjukkan Tetty Paruntu selaku Ketua DPD Golkar Sulut, mengundang keprihatinan sehingga membuat para sesepuh partai Golkar geram dan tidak mendukung kepemimpinannya lagi. Dan itu tersebar di kabupaten-kota,” kata Kerap.

Lanjut dia, karakter ‘kesombongan’ ini tak disadari oleh Tetty bersama kroni-kroninya. Maka pasti para sesepuh dan banyak kader partai Golkar tidak mendukung kepemimpinan Tetty Paruntu. Seperti pengalaman terjadi pada Pilkada 09 Desember 2020 lalu, semuanya kalah!

“Partai ini milik kita bersama bukan perusahaan. Sebagai pemimpin harusnya bercermin dari sejarah banyak hal yang harus dipetik oleh Christiany Eugenia Paruntu dari kepempinan Partai Golkar para pendahulu di Sulut. Bukan untuk keegoisan, suka didukung tapi tidak melakukan komunikasi politik dan konsolidasi organisasi,” kata Kerap.

Baca juga:  Tetty Ajak Tapaki ‘New Normal’ dengan Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan

Lanjut dikatakan, kalau Partai Golkar Sulut masih dipimpin Tetty Paruntu Cs, pasti sama akan kalah, baik Pileg, Pilkada, maupun Pilpres.

“Jadi musti ada perubahan partai bisa bangkit, jaya dan menang,” tegas Edos Kerap.

Hal yang sama diutarakan Novry Mokobombang, bahwa Tetty Paruntu baiknya tidak baper, sebab para sesepuh tak sedetikpun meninggalkan Partai Golkar.

“Tetapi merekalah dari awal tidak pernah diajak terlibat oleh Tetty Paruntu. Dan itu terlihat saat konsolidasi organisasi partai di Sulut,” kata Mokobombang.

Dia mengingatkan, jangan pernah sekalipun kegolkaran SVR, Imba, Jost Pati, Wempie Frederik, Ruben Saerang, Max Lumintang, Syahrial Damopolii serta masih banyak sesepuh Partai Golkar Sulut yang amat mencintai Partai Golkar.

“Dan ingat juga, untuk sementara waktu semua lebih memilih diam. Sebaiknya kalau ingin menyampaikan sesuatu, sampaikanlah dengan sejuk,” ucap Novry Mokobombang.

Menurut dia, sikap para sesepuh Golkar Sulut semata-mata ingin mengembalikan kejayaan Partai Golkar seperti dulu. Mudah-mudahan semua itu bisa dipahami dengan kecerdasan berfikir.

“Saya katakan sekali lagi,  jangan pernah sekalipun menuduh para sesepuh pengkhianat. Sebab sesungguhnya yang terjadi, tali silaturahmi Golkar Sulut sengaja diputuskan,” kata mantan Legislator DPRD Sulut ini.

Baca juga:  Petaka Dermaga Belang, Albina Cs Terancam Dilapor ke Komisi Kejaksaan

Sementara mantan Wakil Bendahara DPD Partai Golkar Sulut Adrian Tapada menilai, eksistensi Partai Golkar Sulut makin redup semenjak dipimpin Tetty Paruntu.

Hal yang sangat mendasar, kata Tapada, yakni ketidak-pedulian Tetty Paruntu terhadap kemajuan Partai Golkar yang fondasinya kuat ditancapkan para sesepuh partai guna memperkuat jaringan politik di Sulut.

“Yang saya lihat, Tetty Paruntu cuman jago tebar pesona. Selebihnya tidak ada. Saya sudah sampaikan ke DPP, agar segera melihat secara langsung kondisi Partai Golkar di Sulut,” kunci Adrian Tapada.

Desakan kuat para sesepuh Golkar Sulut agar Tetty Paruntu Cs mundur dari kepengurusan, menurut fungsionaris Golkar Sulut Feryando Lamaluta, para sesepuh itu selama Pilkada berlangsung ada dimana.

“Mereka ada dimana selama Pilkada? Dan selama ini kami terus melakukan konsolidasi di 15 DPD kabupaten-kota, dan kami sudah jalankan sesuai mekanisme DPP Partai Golkar,” kata Yoyo sapaan akrabnya, Rabu, 24 Maret 2021.

Menurut Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Golkar Sulut ini, janganlah diantara sesama kader saling menyalahkan. Tetapi lakukanlah yang terbaik untuk Partai Golkar.

“Kami sangat menghormati dan menghargai para sesepuh Partai Golkar untuk tujuan bersama memperbaiki dan memperbesar partai guna mengembalikan kejayaan partai. Kami memahami betul atas perjuangan para sesepuh sebagai kader militan dalam membesarkan Partai Golkar Sulut,” kata Yoyo.

Dia masih berharap Partai Golkar Sulut dapat menjadi kekuatan utuh untuk meraih cita cita Golkar dalam mensukseskan pemilihan Legislatif dan Pilpres 2024 nanti.(ishak nurdin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed