oleh

Sinyo Sarundajang di Mata Tokoh Nusa Utara

MANADO, mejahijau.com – Perjalanan hidup DR Sinyo Harry Sarundajang sebagian besar sibuk dalam tugas pengabdian kepada negara.

Meski begitu, Sinyo Harry Sarundajang tak lupa untuk menjalin hubungan baik dengan siapa saja yang dapat bersinerji dengan tugas-tugasnya sebagai birokrat.

“Beliau adalah pemimpin nasionalis. Belaiu juga pancasilais sejati, birokrat handal dengan segudang pengalaman,” ungkap tokoh Nusa Utara Nelson Sasauw kepada redaksi mejahijau.com.

Nelson mengisahkan, dirinya tak lupa suatu ketika pada tanggal 05 November 2009, almarhum Sarundajang mengutus Freddy Roeroe untuk menemuinya di kediamannya di Lorong Anoa, Teling – Manado, sekira pukul 19.00 Wita.

Freddy Roeroe tercatat sebagai tokoh pers daerah yang kini juga sudah meninggal, saat itu datang membawa undangan kepada Nelson Sasauw ihwal pencalonan gubernur Sinyo Harry Sarundajang pada periode keduanya.

Baca juga:  Sejumlah Mobil Sampah Aset Desa di Kabupaten Minahasa Terpantau Disalahgunakan

“Besok pagi tanggal 09 November 2009, pukul 09.30 Wita, saya hadir di rumah dinas Bumi Beringin. Waktu pertemuan hanya 25 menit, dan saya siap bergabung dengan beberapa syarat yang disetujui,” kata Nelson.

Menurutnya, kali itu dia mau diajak bergabung karena syarat-syarat yang diajukan disetujui untuk dilaksanakan.

Syarat-syaratnya berikut:

1. Demi membangun Sulut lebih maju.

2. Memperjuangkan Provinsi Sulut menjadi Provinsi Kepulauan supaya dapat mempercepat pembangunan di tiga (3) kabupaten kepulauan Nusa Utara.

3. Memperjuangkan pemekaran Nusa Utara menjadi provinsi mandiri.

Baca juga:  Sembuh Sehari dari Covid-19, Pasien 58 Dinyatakan Meninggal Gagal Ginjal

4. Menjadikan Provinsi Nusa Utara menjadi daerah otonom.

“Sulut menjadi Provinsi Kepulauan berhasil terealisasikan, tetapi keinginan beliau menjadikan Provinsi Nusa Utara tidak ditindak lanjuti oleh penggantinya. Itu yang sangat disesalkan,” kilah Nelson Sasauw.

Sosok Almarhum Sinyo Harry Sarundajang, hemat Nelson, adalah salah satu putra daerah yang diberkati oleh talenta dan bakatnya.

“Kelebihan yang dimilikinya tidak dimiliki banyak orang. Beliau suka terbuka untuk kritikan apapun demi kemajuan daerah. Suka berdialog atau diskusi dengan siapa saja. Sosok pekerja keras, dan tidak suka memuji kelebihan orang dari depan,” kenang Nelson.

Lanjut dikatakan, apabila ada hal yang dirasa kurang dan terpaksa harus dikritik, maka Sarundajang akan sangat menghormati kritik apalagi disertai solusi.

“Dan berita beliau mangkat, itu sudah membuat saya sangat berduka,” pungkas Nelson Sasauw dengan wajah muram.(tim redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed