oleh

Proyek Jalan Akses Desa Bukit Tinggi Mencurigakan

TONDANO, mejahijau.com – Pengerjaan proyek banderol Rp 3,2 miliar pembangunan jalan akses Desa Bukit Tinggi Kecamatan Kakas, terbilang cukup mencurigakan. Faktor-faktor yang mencurigakan, antara lain, kontrak karya kabarnya baru dibuat Selasa, 22 Desember 2020 tetapi lucunya proyek sudah dikerjakan sejak lima bulan sebelumnya, yakni sejak Juli 2020.

Hal lain yang memantik curiga lebih banyak, yakni pekerjaan cutingan pembuatan jalan. Item pekerjaan tanah ini ditaksir menelan anggaran hingga Rp 1 miliaran. Namun item ini ditepis tidak masuk dalam anggaran paket pembangunan jalan akses ke Desa Bukti Tinggi.

Baca juga:  ‘Korps Baju Coklat’ Incar Paket Jalan Akses Desa Bukit Tinggi

Diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa, Teddy Lumintang saat dikonfirmasi melalui Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Franky Turang ST, bahwa pekerjaan bersumber dari APBD-Perubahan 2020 itu kini masih sedang tahap pengerjaan.

“Iyaa benar, tetapi pekerjaan itu tidak dihitung. Cutingan itu tidak dihitung sehingga tidak menjadi beban pada anggaran proyek,” bantah Franky Turang saat dikonfirmasi mejahijau.com, baru-baru ini.

Lanjut dijelaskan, pekerjaan cutingan yang lebih awal itu sontak dihitung ‘nol-persen’ alias nihil pekerjaan.

Pantauan redaksi mejahijau.com pada September 2020 lalu, di lokasi proyek tampak alat berat melakukan cutingan tanah. Alat berat tersebut juga melakukan pembongkaran tanah termasuk meratakan tanah untuk pembuatan jalan.

Baca juga:  Hukumtua Leilem Beli Sembako dari Warung lalu Bagikan ke Warganya

Kecurigaan kian meruncing. Sosok siapakah yang berbudi baik menyumbang dana Rp 1 miliaran untuk cutingan dua buah bukit demi pembuatan jalan menuju ke Desa Bukit Tinggi? Kalau ada siapa orangnya?

Perjalanan setelah melintasi bukit-bukit tanah yang di cuting rata, akan tampak jalan masuk menuju pantai. Menurut warga Desa Bukit Tinggi, jalan masuk itu menuju ke Pantai ROR (Royke Octavian Roring).

Di Pantai ROR ada bangunan milik orang nomor 1 di Kabupaten Minahasa. Disebut-sebut pantai ROR menarik untuk dijadikan tempat rekrasi turis lokal.(tim redaksi/vanny/ferry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed