oleh

‘Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya,’ Pendiri Tomohon Dorong Solusi Caroll-Wenny

TOMOHON, mejahijau.com – Di tengah hiruk-pikuk konstalasi politik di Pilkada Kota Tomohon 2020 yang kian memanas, tokoh pendiri pembentukan Kota Tomohon akhirnya angkat bicara.

Ketua Komite Perjuangan Pembentukan Daerah Kota Tomohon (KP2KT) Harry Runtuwene saat ditemui mejahijau.com menegaskan beberapa alasan dukungannya terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tomohon Caroll Senduk SH – Wenny Lumentut SE.

“Saya merestui Caroll dan Wenny menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tomohon. Saya mengenal integritas dan kapabilitas mereka berdua,” ujar Harry, Kamis, 29 Oktober 2020.

Keduanya putra terbaik yang memiliki komitmen merubah tatanan hidup untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon. Bahkan mereka sudah membuktikan dan berbuat untuk rakyat Kota Tomohon.

Baca juga:  dr Suyanto Yusuf Rasakan Langsung Faedah Reses di Bulan Suci Ramadhan

Lebih lanjut Ketua Presidium Masyarakat Tomohon ini meminta permohonan maaf bila pernyataan sikapnya membuat para calon lain merasa risih atau terganggu akibat opini yang terbangun atas sikapnya.

Namun begitu, mimpinya untuk membuat Tomohon lebih baik lagi dapat direalisasikan Walikota dan Wakil Walikota yang baru melalui Caroll-Wenny.

“Sebagai pejuang perintis pembentukan Kota Tomohon, saya berkerinduan mimpi rakyat Tomohon bisa terwujud apabila Walikota dan Wakil Walikota Tomohon yang baru dapat merealisasikan program-program pro rakyat,” tukas aktivis ini.

Baca juga:  Projo Sulut Desak Olly Dondokambey Terapkan PSBB

Menurutnya, Caroll dan Wenny adalah pasangan yang dapat merealisasikan mimpi-mimpinya untuk Kota Tomohon yang lebih baik.

Sembari memperlihatkan lembaran negara dimana namanya tercatat dalam sejarah perjuangan pembentukan Kota Tomohon, Harry mengatakan, 10 tahun terakhir Tomohon dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat tak ada kemajuan yang berarti.

“Karena itu, jika ingin perubahan maka Caroll dan Wenny barangkali solusi yang tepat. Jangan salah pilih, sebab ada pepatah mengatakan “Buah pasti jatuh tidak jauh dari pohonnya,” sergahnya bahwa era kekinian adalah sistem demokrasi bukan kerajaan.(jopa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed