oleh

Strategi CS-WL Menciptakan Kota Tomohon Tujuan Wisata Dunia

TOMOHON, mejahijau.com – Konsep pembangunan strategis di bidang pariwisata dari Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 2 Caroll-Wenny mendapat apresiasi positif berbagai kalangan.

Termasuk percepatan pengelolaan kepariwisataan CS-WL akan membentuk kelembagaan otoritas pengembangan pariwisata secara terpadu di Kota Tomohon.

“Menuju wisata dunia tidak boleh dikelola secara parsial dan hanya berbasis pada tupoksi dinas kepariwisataan saja, melainkan harus melibatkan semua stakeholder kepariwisataan dalam satu wadah kelembagaan,” ujar Caroll dan Wenny kepada sejumlah wartawan, Kamis, 22 Oktober 2020.

Baca juga:  ‘We Lovers Connection’ Bertekad Menangkan CS-WL & OD-SK

Dijelaskan Caroll, lembaga yang mengelola kepariwisataan memiliki otoritas berdasarkan prinsip-prinsip manajemen kepariwisataan, mulai dari pemetaan potensi wisata, pemasaran, sarana penunjang infrastruktur, penguatan kapasitas, riset dan pengembangan kepariwisataan.

Hal itu begitu penting agar lembaga otoritas kepariwisataan mampu menghasilkan pendapatan dan penerimaan keuangan daerah dalam rangka menambah dan meningkatkan APBD Kota Tomohon.

“Ini akan berdampak pada peningkatan dan geliat ekonomi rakyat di kota Tomohon. Jika kita memiliki lembaga otoritas pengembangan kepariwisataan terpadu, maka kesinambungan program akan berjalan optimal didasari oleh rencana aksi dan konkrit,” tambahnya.

Baca juga:  Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut Resmi Dilantik Memimpin Kota Tomohon

Sementara Calon Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut SE menimpali, dibutuhkan sinergitas antara program pusat, provinsi, kabupaten-kota merupakan sesuatu yang sangat penting.

“Selama ini isu kepariwisataan kota Tomohon hanya berbasis pada program parsial dinas pariwisata, sehingga hanya akan menguras anggaran belanja daerah saja. Tetapi hasilnya nihil,” kata Wenny.

Lanjut dikatakan, Kota Tomohon selain menjadi destinasi pariwisata juga teragenda rutin secara nasional sehingga berdampak pada kunjungan turis domestik dan turis mancanegara.

“Tetapi kunci utamanya adalah pemerintah harus memiliki dokumen Rencana Induk Kepariwisataan yang tercover dalam visi dan misi sebagai daerah pariwisata,” pungkasnya.(jopa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed