oleh

CSWL Junjung Tinggi Cara Berdemokrasi Peninggalan Tua-tua Minahasa

TOMOHON, mejahijau.com – Calon Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut SE secara jentle menyatakan, jangan ciderai demokrasi dengan politik kotor di Kota Sejuk, Kota Religius, dan Kota Pendidikan, Tomohon.

“Stop politik kotor! Mari kita menunjukkan cara berpolitik yang baik dan benar. Jangan mengajarkan sesuatu yang salah kepada generasi kita dengan cara-cara tidak becus,” ucap WL kepada mejahijau.com usai kegiatan temu sapa dengan warga Kelurahan Tara-tara, Rabu, 16 September 2020.

Menurut politisi DPRD Sulut ini, jangan karena ingin merebut kekuasaan atau meraih jabatan lalu kita menghalalkan segala cara. Tetapi berilah pendidikan politik yang santun dan beretika kepada masyarakat Kota Tomohon.

“Saya mengajak mari torang sama – sama menepis image bahwa politik itu kotor. Hakekatnya politik memiliki tujuan baik adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata WL yang terbilang cukup mapan di dunia politik.

Baca juga:  Tetempangan Hills Bukti Keseriusan Wenny Lumentut

Jadi, tegas dia, janganlah ciderai demokrasi di Kota Tomohon dengan cara-cara tidak elegan. Patut dipahami beberapa kunci dalam berpolitik, antara lain, kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan kekuatan-kekuatan politik.

“Sederhananya baik input maupun output dalam dunia politik, kesemuanya akan berujung pada kesejahteraan masyarakat,” jelas WL.

Menurutnya, sifat-sifat ketamakan, keserakahan, dan rakus kekuasaan, merupakan karakter yang bertentangan dengan kultur kepemimpinan Tou Minahasa.

Demokrasi di tanah Minahasa dimana Tomohon berada di dalamnya, kata dia, sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Demokrasi yang dilaksanakan tua-tua Minahasa ratusan tahun silam, berlangsung jujur, transparan, sopan, dan jentlemen. Siap kalah dan juga siap menang,” ungkap pengusaha sukses yang dikenal baik kalangan rohaniwan di daerah ini.

Baca juga:  Wenny Lumentut Bagikan Masker Gratis di Tomohon dan Minahasa

Menurut WL, pencalonan Carol Senduk dan dirinya yang diusung PDIP sedianya tampil dengan karakter demokrasi peninggalan para tetua Minahasa di Kota Tomohon.

“Kami sangat menghormati politik peninggalan tua-tua Minahasa. Maka dari itu, CSWL akan santun, jujur, transparan, dan jetlemen dalam berdemokrasi. Demokrasi yang baik itulah yang akan kami pertontonkan, bukan cara-cara politik kotor seperti diperankan orang lain,” tandasnya.

Kata WL, kubuhnya berkomitmen kuat melaksanakan kampanye damai, kampanye anti-hoaks, dan betul-betul menjunjung tinggi kebebasan berdemokrasi.

“Saatnya rakyat Tomohon berpikir kedepan untuk segera masuk dalam ruang pembaharuan. Dan kami memberi ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menentukan masa depannya. Sebab pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur ODSK bersama pasangan calon Walikota Tomohon dan Wakil Walikota CSWL, berkomitmen kuat mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat di tanah Tou’muung, Kota Tomohon,” pungkasnya.(jp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed