oleh

Hingga Juni, ODSK Salurkan 29.623 unit Hazmat Suite

Hingga Juni, ODSK Telah Salurkan 29.623 unit Hazmat Suite

MANADO, mejahijau.com –Upaya gencar dilakukan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw meredam penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut memastikan penanganan wabah Covid-19 yang telah menjadi pandemi terus menjadi perhatian serius. Berbagai upaya telah dilakukan Gubernur Olly Dondokambey tanpa kenal lelah dengan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Hingga kini penyaluran bahan pokok sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 sebanyak 263 ribu paket tersebar di 15 kabupaten dan kota.

Penyaluran paket sembako, Pemprov Sulut bermitra dengan 839 lembaga keagamaan, antaranya 320 masjid, 284 gereja protestan, 31 gereja katolik, 214 gereja karismatik, serta lembaga sosial Iainnya.

Hingga hari Senin, 06 Juli 2020, total bantuan yang tersalur ke berbagai daerah sebanyak 263.000 paket sembako yang diterima masyarakat. Selain itu, Pemprov Sulut juga memfasilitasi program padat karya senilai Rp 20 miliar kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi Covid-19.

Menurut Gubernur Olly, kapan berakhirnya pandemi Covid-19 tak dapat diprediksi. Namun demikian, aktivitas masyarakat termasuk lewat program padat karya harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Situasi krisis seperti ini, cara berpikir kita harus super, supaya masyarakat merasakan pemerintah hadir di tengah-tengah kemelut saat ini. Jangan berpikir ini hanya situasi biasa-biasa saja, Orang harus makan, jadi torang harus mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat secara langsung,” ungkap Olly usai memimpin rapat bersama Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah di Kantor Gubernur, Senin, 06 Juli 2020.

Baca juga:  Wenny Lumentut Bagikan Masker Gratis di Tomohon dan Minahasa

Diungkapkan Gubernur Olly, program padat karya bersumber dari pergeseran anggaran di sejumlah SKPD. Program padat karya dimaksud antaranya pekerjaan membersihkan irigasi, saluran air, dan pekerjaan padat karya lainnya.

“Jadi masyarakat yang kehilangan pekerjaan, torang fasilitasi dengan proyek padat karya dan mereka digaji. Dan semua dipertanggungjawabkan, tidak ada potong-potong, misalnya gaji satu hari Rp 125 ribu kerja 9 sampai jam 4 sore,” terang Olly.

Selain itu, Pemprov Sulut juga memperhatikan keselamatan tenaga kesehatan garda depan penanganan Covid-19. Paramedik telah menerima distribusi logistik yang dibiayai APBD melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sulut. Bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) cover all atau paket hazmat suite juga terus menjamah seluruh fasilitas kesehatan di 15 Kabupaten-Kota se Sulut.

Data dari Dinas Kesehatan Pemprov Sulut yang dihimpun redaksi mejahijau.com, selang Maret hingga 30 Juni 2020, Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven OE Kandouw telah menyalurkan sebanyak 29.623 paket hamzat suite.

Antaranya Dinkes Kota Manado menerima sebanyak 1.600 paket, Dinkes Kota Bitung 680 paket, Dinkes Kota Tomohon 480 paket, Dinkes Kotamobagu sebanyak 700 paket.

Kemudian Dinkes Minahasa 840 paket, Dinkes Minut 920 paket, Dinkes Minsel 840 paket, Dinkes Mitra 1.185 paket, Dinkes Bolmong 860 paket, Dinkes Boltim 410, Dinkes Bolsel 435 paket, Dinkes Bolmut 840 paket, Dinkse Sitaro 510 paket, Dinkes Sangihe 740, Dinkes Talaud 670 paket.

Baca juga:  Ini Pesan Gubernur Olly Dondokambey terhadap Civitas Akademik IAKN Manado

Selain itu, APD cover all atau hazmat suite juga dibagikan ke RSUP Kandou sebanyak 850 paket, RS Ratatotok Buyat 300 paket, RS Sam Ratulangi Tondano 200 paket, RSUD Kotamobagu 200 paket, RSUD Bolmut 100 paket, RS Datoe Binangkang Bolmong 400 paket, RSUD Bolsel 325 paket, RS Mala Talaud 100 paket, RS Bergerak Sitaro 300 paket, RS Tagulandang Sitaro 150 paket, RSUD Liun Kendahe 100 paket.

RS Noongan Minahasa 1.250 paket, RS Walanda Maramis Minut 500 paket, RSUD Bitung 700 paket, RSAD Wolter Mongisidi Manado 600 paket, RSUD Anugerah Tomohon 200 paket, RS Bhayangkara Manado 400 paket, RS Siloam Paal II Manado 850 RS, Pancaran Kasih Manado 450 paket, RS Advent Manado 210, RS Sitti Maryam 50 paket, RS MMC Manado 250 paket, RS Budi Mulia Bitung 20 paket, RS Hermana Lembean 110 paket, RS Gunung Maria Tomohon 250 paket, RS Budi Setia Langowan 70 paket, RS Cantia Tompasobaru 150 paket.

RS Bethesda Tomohon  350 paket, RS Kalooran Amurang 350 paket, RS GMIM Tonsea 400 paket, RS GMIM Siloam Sonder 150 paket, RS Monompia Kotamobagu 100 paket, RS Kinapit Kotamobagu 100 paket, RS Permata Bunda Manado 50 paket, RSIA Kirana Manado 150 paket, RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu 200 paket, RSIA Kasih Ibu Manado 50 paket, RS AURI Manado 100 paket, RSAL dr Wahyu S Bitung 100 paket, RS Mata Provinsi Sulut 300 paket, RSUD Ratumbuysang Manado 395 paket, RSUD Amurang 50 paket, RSUD Mitra Sehat 215 paket.

Selain itu, logistik APD juga diserahkan ke Rumah Singgah Diklat Maumbi 800 paket, Rumah Singgah Bapelkes Manado 950 paket, Rumah Singgah Mapanget 460 paket, serta sejumlah fasilitas ksehatan lainnya lingkup garda penanganan pandemi Covid-19.(tim redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Ya no, ya ampun, sampe dunia skr, sampe detik ini kita nda pernah sekali dapat bantuan, padahal mo jujur, sampe rumah kita nda ada.

  2. Dengan yang ada skr orang kase tipu, biar ada corona tetap mo bakerja, ba bakar tampurung, dgn imbalan mo dapa gaji, jadi biar ada corona tetap mo ba kerja, ech tau-tau so abis ba bakar, dgn ba angkat dgn so jual itu arang tampurung, gaji nda dapa. (hanya dapa tipu)

News Feed