oleh

Tim VAP Bantah Kunjungan ke Boltim Ciptakan Klaster Baru

TUTUYAN, mejahijau.com – Vonnie Anneke Panambunan (VAP) membantah kunjungan sosialisasi ke wilayah pantai Selatan Kabupaten Boltim potensi mencipakan klaster baru Covid-19.

Sanggahan dilayangkan salah satu tim pemenangan VAP saat dikonfirmasi redaksi mejahijau.com via telpon selular, Kamis, 18 Juni 2020, pagi.

Kedatangan VAP ke wilayah pantai selatan, kata dia, memang untuk memperkenalkan diri sekaligus untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat di wilayah itu.

“VAP ke sana memang untuk sosialisasi sekaligus memperkenalkan diri untuk pencalonannnya, tetapi sesuai aturan dan tidak berdesak-desakan,” tepis salah satu tim VAP yang namanya enggan dipublish.

Soal tudingan miring dari kunjungan VAP ke wilayah pantai selatan Boltim, lanjut dia, itu sah-sah saja apalagi dalam dunia politik sekarang ini.

Baca juga:  Lomban: Gereja Membentuk Jemaat yang Lebih Berkualitas

“Namanya saja politik, itu hal biasa terjadi, Dan itu terjadi dimana-mana,” sergahnya, bahwa untuk lebih detail redaksi dipersilahkan mengkonfirmasi langsung Jaya Marthen Luntungan.

Sementara Mathen Luntungan dikonfirmasi via selular enggan menjawab panggilan redaksi media ini.

Sebelumnya diberitakan soal kunjungan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) ke pantai selatan berpotensi menciptakan klaster baru di tengah kekuatiran pandemi Covid-19.

Vonnie yang datang dengan Fortuner DB 6123 GO, disambut warga yang menyemut di pinggir Jalan Raya Tutuyan, Kabupaten Bolmong Timur (Boltim), Rabu, 17 Juni 2020.

Wanita ini dinilai memantik jubelan warga berkumpul dalam jumlah relatif banyak. Pasalnya ketika mendengar nama Vonnie Anneke Panambunan, warga langsung berhamburan dari dalam rumah memenuhi jalan raya.

Baca juga:  Kandidat Gubernur Sulut Gagal “Penjarakan” Norris Tirayoh

Warga dalam jumlah relatif banyak terpantau membentuk barisan memanjang seolah-olah tengah menanti giliran menerima ransum.

Mereka berdesak-desakan berharap uluran tangan VAP yang dibagikan bersama timnya. Setiap orang enggan terlewati sodoran masker biru tua bertuliskan VAP bersama pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Kondisi itu, pelak saja menimbulkan rasa kuatir tokoh-tokoh masyarakat daerah itu. Pasalnya jubelan warga diduga kuat telah mengabaikan imbauan jaga jarak (social distancing) serta mengabaikan maklumat protokol covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Antrian orang dewasa maupun anak-anak, semua terima masker dan uang dari Ibu VAP. Satu per satu menerima bantuan langsung dari Ibu Vonnie atau yang diserahkan oleh timnya.

Kedatangan VAP ke wilayah Pantai Selatan selain membawa berkat kepada masyarakat juga memunculkan perasaan was-was apalagi di tengah kekuatiran pandemi Covid-19.(tim redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed