oleh

ASN Pemprov Sulut Dimakamkan Standar Covid-19

MANADO, mejahijau.com – Kekeliruan diduga terjadi pada prosedur penanganan pasien Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut). Kasus penanganan Covid-19 diduga terjadi pada Selvie Rosa Pontorondo (55), ASN Pemprov Sulut.

Almarhumah Selvie adalah warga Kelurahan Molas Lingkungan V, Kecamatan Bunaken, ditetapkan pasien PDP oleh medis. ASN yang bertugas di Biro Sosial Pemprov Sulut ini dinyatakan meninggal dunia, Sabtu, 13 Juni 2020 Pukul 12.20 Wita, di ruang isolasi Rumah Sakit Pancaran Kasih, Kota Manado.

Kabarnya sebab musabab almarhum meninggal diawali sejumlah keluhan, antaranya demam, nyeri ulu hati, perut kembung, sesak nafas. Pun hasil screening paru-paru korban ditemukan adanya pneumonia. Sehingga gejala tersebut pihak RS Pancaran Kasih mengklaim pemakaman patut dilakukan sesuai standar protokol Covid-19.

Baca juga:  961 Tokoh Agama se Kabupaten Sangihe Menerima Insentif

Sekira pukul 21.40 Wita, mobil ambulance RS Pancaran Kasih membawa jenasah dikawal Patwal Sat-Lantas Resta Manado. Iring-iringan kendaraan tiba di lahan pekuburan milik GMIM Torsina di Kelurahan Bailang Lingkungan V, Kecamatan Bunaken.

Pemakaman jenasah ikut dihadiri suaminya Dirno Kagho beserta keluarga. Dan pemakaman tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian dari Polsek Bunaken. Dan IPTU Effendi Maaruf selaku Kapolsek Bunaken turun langsung mengawasi prosesi pemakaman jenasah.

“Pemakaman berjalan aman dan terkendali. Dan pengamanan dilakukan seketat mungkin apalagi dilaksanakan pada malam hari,” ungkap IPTU Effendi Maaruf.

Menurut IPTU Maaruf, prosesi pemakaman berjalan lancar tanpa kendala apapun di lokasi penguburan.

Baca juga:  Adaptasi Kebiasaan Baru, Polsek Bunaken Lakukan Langkah Ini

Hadir saat pemakaman antaranya petugas Dinkes Kota Manado, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Manado, Tim teknisi KBR (Kimia Biologi Radioaktif) dari Gegana Sat Brimobda Sulut, Tim Inafis, Anggota TNI Koramil 1309/02 WTPM, dan disaksikan keluarga almarhumah.

Sementara Dirno Kaghoo, suami dari almarhumah Selvie Pontorondo mengaku sedih sepeninggal istrinya. Dia menyebut, penyebab kematian istrinya pecah pembulu darah karena dipicu tekanan psikologis dari tindakan yang keliru dalam penerapan prosedur penanganan pasien Covid-19.

Aktivis pers ini mengurai mulai dari awal hari pertama, hingga kemudian dia mendengar kabar bahwa istrinya telah meninggal. Dan pemakaman istrinya ditetapkan sesuai standar protokol Covid-19.(tim redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed