oleh

Imam Masjid Al-Ikhlas Bantah Dirinya Membenarkan Aksi Teriak-teriak Dewan Minsel di Jam Sholat Jumat

AMURANG, mejahijau.com – Aksi Beberapa Anggota Dewan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang tergabung dalam Tim Pansus LKPJ 2019 melakukan sidak di Desa Ongkaw III, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minsel, Menuai Polemik.

Pasalnya, suasana sidak pada saat itu tidak sesuai dengan etika anggota dewan pada umumnya. Hal ini lantaran adanya anggota dewan yang pada saat melakukan sidak berteriak-teriak sambil mengundang masyarakat.

“Mereka datang sekira pukul 12.00 WITA hari Jumat 05 Juni 2020 kemarin, saat mereka datang sebagian anggota dewan melakukan dialog dengan saya secara baik-baik. Namun tiba-tiba ada salah satu anggota dewan didepan kantor balai desa yang teriak-teriak tanpa sebab. Padahal saat itu adalah waktu ibadah sebagaian masyarakat disini,” ujar Evan Tumankan Plt. Hukum Tua Desa Ongkaw III.

Baca juga:  Letkol Kusnandar: Komitmen TMMD untuk Jalan Sejahtera Masyarakat

Aksi ini juga sempat diprotes oleh beberapa masyarakat disana. Yang menurut mereka aksi tersebut sempat menganggu jam ibadah masyarakat disana.

“Sebenarnya tidak masalah anggota dewan datang lakukan sidak. Apalagi kalau menyangkut kebutuhan masyarakat. Tapi yang disesalkan, pada saat itu waktu yang tidak tepat. Waktu dimana sebagaian masyarakat melaksanakan ibadah,” kata Cindy Sumarandak warga desa setempat.

Malik Adrian, Imam Masjid Al-Ikhlas Ongkaw III menyesalkan anggota dewan yang teriak-teriak saat jam sholat Jumat adalah tindakan kurang tepat.

Baca juga:  Polisi Imbau Jemuran Cengkih dan Pala Tidak Memakai Badan Jalan

“Saya memang tidak tau kalau hari itu, ada insiden demikian. Yang saya tau, pada hari itu ada pembagian BLT kepada masyarakat. Jika saya tau ada insiden demikian, sebagai Imam Desa Ongkaw III, saya merasa keberatan karena bertepatan dengan ibadah sholat Jumat,” kata imam.

Ditanya mengenai dirinya pernah mengeluarkan kata tidak mempermasalahkan aksi teriak-teriak di jam ibadah yang sempat beredar di salahsatu media online, tegas dirinya membantah.

“Saya tidak pernah mengeluarkan kalimat demikian. Tidak ada wartawan yang mengkonfirmasi hal ini ke saya. Baik datang ke rumah saya ataupun telepon ke saya, tak ada sama sekali. Saya juga kaget dan sangat menyesal diberitakannya oleh media online. Jadi sekali lagi saya bantah, saya pernah mengeluarkan kalimat tersebut,” tepis Imam.(ir/ferry lesar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed