oleh

Bahaya Antraks Limboto, Pemkab Bolmut Perketat Batas Gorontalo..!!!

BOROKO, mejahijau.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menginstruksikan masyarakat tidak menyuplai dan mengkomsumsi daging hewan ternak sapi asal Provinsi Gorontalo.

Hal itu demi mengantisipasi masyarakat terkena penyakit bakteri antraks karena wilayah Gorontalo salah satu zona pandemic antraks.

“Untuk mengatisipasi adanya kejadian yang sama di Gorontalo, kami minta masyarakat dan pengusaha hewan potong di daerah ini tidak mengkomsusmsi dan menyuplai daging sapi dari daerah Provinsi Gorontalo,” tandas Kepala Bidang Peternakan Distan Bolmut, Sarifudin Talibo Spt, kepada sejumlah awak media.

Untuk itu pula, pihaknya mengintensifkan pengawasan perbatasan untuk mengatisipasi masuknya hewan ternak dari daerah luar ke Kabupaten Bolmut terlebih khusus dari Gonrontalo.

Baca juga:  Kembali, Kodim Minahasa Kawal Pemakaman Jenasah PDP di TPU Kamanga

“Kami akan meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk hewan-hewan ternak dari luar daerah terlebih khusus dari Gorontalo,” tandas Talibo.

Selain itu, dia mengatakan, pihaknya akan lebih ketat mengawasi bahkan meninjau langsung ke seluruh tempat usaha pemotongan hewan dan penjualan hewan ternak di Bolmut.

“Hal ini guna mengantisipasi potensi serangan sejumlah penyakit yang ditularkan oleh bakteri antraks serta sejumlah penyakit hewan lainnya yang secara umum disebut zoonosis,” tukasnya.

Lanjut dikatakan Talibo, pihaknya akan melakukan pemeriksaan seluruh ternak terutama hewan calon kurban di Kabupaten Bolmut.

Baca juga:  Kampanye Terbatas CS-WL Jabarkan Program Pro-Rakyat

Inti pemeriksaan seluruh hewan kurban, kata dia, sebenarnya sudah eksis dilaksanakan sejak hari ini, Selasa, 09 Juni 2020 sampai beberapa hari kemudian menjelang perayaan Idhul Adha.

“Pelaksanaan pemeriksaan akan dilakukan dua (2) tahap, yakni sebelum dan setelah pemotongan. Bahkan khusus hewan kurban yang akan disembelih oleh Pemkab, akan dilakukan pemeriksaan secara intensif,” pungkasnya.

Sebelumnya tersiar kabar sejumlah sapi milik warga Desa Dainaa, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo yang mati mendadak diduga terserang Antraks.

Dugaan kasus Anthraks diketahui setelah laporan kasus Anthraks jenis kulit menerjang delapan warga penduduk setempat.

Penyebabnya, mereka diduga memotong paksa sapi sakit yang daging kemudian dikonsumsi. Seperti diketahui, antraks salah satu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia (zoonosis).(irsan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed