oleh

Benih Bawang Putih Pemprov Sulut Rp 6 Miliaran Potensi Tipikor

MANADO, mejahijau.com – Pengadaan benih bawang putih oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun anggaran 2019 dipertanyakan kelayakannya.

Proyek banderol senilai Rp 6 miliaran di dinas yang dipimpin Refly Ngantung SP, diduga menyimpang dan potensi masuk ke ranah hukum tindak pidana korupsi.

“Diduga benih bawang putih tidak diambil dari Balai Benih bersertifikat yang ditunjuk pemerintah, tetapi dibeli dari salah satu tempat di wilayah Bolmong (Bolaang Mongondow),” ungkap Marko Maramis kepada mejahijau.com di Heine Hotel and Resto di Manado, baru-baru ini.

Lanjut ditegaskan, kalau benar pengadaan benih bukan dari wilayah Bolmong, maka Dinas Perkebunan Sulut selaku instansi penanggungjawab kegiatan harus mampu menunjukkan bukti angkutan apa yang dipakai untuk mengangkut benih bawang putih.

Baca juga:  Bupati Minahasa Sambut Kunjungan Tim Verifikasi Kabupaten Sehat

“Kalau angkutan kapal laut harus tunjukkan buktinya, begitu juga kalau gunakan pesawat harus diperlihatkan bukti-buktinya, termasuk angkutan darat,” kata Maramis, bahwa pengadaan tersebut diduga terjadi selisih anggaran hingga satu (1) miliaran rupiah.

Sinyalemen adanya penyimpangan pada paket pengadaan benih bawang putih, dibantah oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Refly Ngantung SP.

Semua tudingan tersebut tidak mendasar, dan tudingan miring tersebut tidak benar sama sekali.

“Itu tidak benar. Sebab benih bawang putih kami adakan dari balai bibit bersertifikat berasal dari pulau Jawa,” ungkap Ngantung via selularnya.

Dikonfirmasi lebih detail mengenai angkutan yang dipakai mengakut benih bawah putih, Ngantung mengatakan, persoalan angkutan tidak masalah karena sudah dilakukan sesuai ketentuan pengadaan.

Baca juga:  Duet Boham-Haryadi Pimpin DPC IPHI Manado

Soal bukti-bukti terkait pengadaan, Kadis Perkebunan Sulut ini membatasi bahwa itu bukan kewenangan wartawan untuk tahu.

“Untuk detail sampai soal bukti-bukti, itu bukan kewenangan kamu (wartawan),” pungkas orang kepercayaan Gubernur Olly Dondokambey ini.

Indikasi menyimpang pengadaan benih bawang putih oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, menjadi perhatian Koordinator Investigasi LPPNRI Sulut, Yamin Makuasang.

Menurut Yamin, pihaknya sementara menelusuri pengadaan benih bawang putih tersebut dilaksanakan secara benar atau tidak.

“Kami segera investigasi, sebab kuatir jangan sampai mempermalukan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven OE Kandouw,” tandasnya.

Dan kalau ternyata ada kejanggalan pada paket pengadaan banderol Rp 6 miliaran tersebut, lanjut Yamin, maka pihaknya akan memproses ke penegak hukum secara serius.(ferry/ vanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed