oleh

Kehilangan Sosok Hentje Poluakan, Ini Kata Pecinta Bulu Tangkis di Minahasa

TONDANO, mejahijau.com – Olahraga Sulawesi Utara kehilangan sosok Hentje Poluakan. Karena sakit, atlit era tahun 70-an ini meninggal dunia di Manado, Kamis, 14 Mei 2020.

Semasa hidupnya, Hentje Poluakan dikenal sebagai atlit Panca Lomba kebanggaan warga Kawangkoan kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Hingga ajal menjemputnya, dia masih tercatat sebagai Pengurus PBSI Sulut yang membidangi Pelatihan Teknik.

Kabar meninggalnya Hentje Poluakan, Ketua PBSI Minahasa, Stvri Tenda, mengaku sangat berduka sosok kebanggaannya sebagai tokoh Bulu Tangkis Sulut.

“Bagi penggemar Bulu Tangkis Sulut pasti kenal dengan Opa Hentje yang banyak memberikan motivasi, ide – ide, dan gagasan brilian demi perkembangan Bulu Tangkis,” ucap Stvri Tenda yang dalam waktu dekat akan dilantik sebagai Ketua PBSI Minahasa.

Baca juga:  Walikota Bitung Buka Sosialisasi dan Pengabdian Pascasarjana Unsrat

Lanjut dikatakan, semua merasa kehilangan figur Hentje Poluakan yang banyak memberi inspirasi kepada kaum muda dalam olahraga terlebih bulu tangkis.

“Saya pribadi dan keluarga besar bulu tangkis di kabupaten Minahasa menyatakan turut berdukacita kepada keluarga atas kepergian Opa Hentje,” tandas Stvri Tenda.

Hal senada diungkapkan Ketua PB Nawa Cita Keter, Berty Mendur, bahwa prestasi demi prestasi telah diciptakan almarhum semasa sekolah dulu.

“Dulu Opa Hentje seperti tidak ada saingan. Setiap pertandingan selalu dimenangkannya, apakah di cabang atletik, volly ball, tennis meja, sepak bola dan bulutangkis,” ucap Berty Mendur mengisahkan.

Baca juga:  Menyesuaikan Visi-Misi Elly-Moktar, APBD 2020 Segera Direvisi

Berty Mendur didampingi Joli Rompas selaku Manager Lapangan Futsal Nawa Cita Keter menceritakan Hentje Poluakan jadi pusat perhatian dan tumpuan inspirasi pemain maupun penonton jika almarhum turun bermain di lapangan.

Hal sama dikatakan Tedi Mapasa dari PB Mekar, bahwa sosok Opa Hentje tokoh berpengaruh dalam teknik pelatihan termasuk mencari bakat-bakat bulu tangkis.

Semasa hidup Hentje Poluakan adalah Kapten kesebelasan Maesa Manado yang selanjutnya dipakai Pertamina Sulut.

Berhenti di Sepak Bola, almarhum berkonsentrasi di Bulutangkis Sulut bahkan pernah mewakili Indonesia di Bangkok Thailand.

Atlit bulutangkis sekelas Setyana Mapasa yang saat ini sebagai pemain Timnas Australia dan Natali Poluakan adalah buah dari tangan dingin almarhum.(herdy mendur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed