oleh

Horeee, Sulut Segera Miliki Laboratorium Tes Corona Sendiri

MANADO, mejahijau.com – Gubernur Olly Dondokambey perjuangkan beroperasinya laboratorium tes swab virus corona (Covid-19) dibangun di Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu terungkap saat video teleconference dengan Kepala BNPB-RI Doni Monardo dari Manado, Rabu, 22 April 2020.

Kesiapan peralatan laboratorium untuk tes swab covid-19 sudah tersedia beroperasi. Hanya saja masih terkendala mendapatkan reagen atauekstrak yang dibutuhkan untuk mendeteksi virus corona melalui Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“Kita sudah siapkan laboratorium dan peralatan di rumah sakit umum daerah (RSUD). Kita sudah beli semua, tetapi kendalanya susah mendapatkan ekstraksi reagen. Karena itu laboratorium belum bisa beroperasi,” ungkap Gubernur didampingi Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang.

Baca juga:  Tetty Paruntu Tiba, Seantero Sangihe Kuning Melulu

Gubernur Olly berharap, pusat laboratorium Kementerian Kesehatan RI yang ada di Sulawesi Utara sudah bisa beroperasi dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan akhir bulan ini bisa beroperasi sehingga kita tidak ada kendala lagi mendapatkan hasil-hasil tes,” tandas Gubernur Olly Dondokambey.

Kendala tersebut, Kepala BNPB Doni Monardo berjanji akan meneruskan kepada Kementerian Kesehatan supaya segera teratasi.

Sebelumnya Direktur Eksekutif P3S (Political and Public Policy Studies) Jerry Massie, kepada mejahijau.com, Minggu lalu, 19 April 2020, mendesak Gubernur Olly Dondokambey memperjuangkan laboratorium pemeriksaan spesimen virus corona (Covid-19) di Sulut.

Baca juga:  Sulut Laksana 'Merah Delima' di Gerbang Pasifik Indonesia

Pasalnya untuk mengetahui seseorang positif corona atau tidak butuh beberapa hari karena specimen darah harus dikirim untuk diperiksa di laboratorium Makasar.

Jerry Massie mencontohkan pasien kontaminasi asal Kota Tomohon yang sudah meninggal lebih dulu, setelah beberapa hari kemudian hasil laboratorium yang menyatakan pasien positif corona baru keluar. Kasus lain, pasien ke 19 wanita usia 71 tahun asal Manado.

Meninggal 07 April 2020 namun hasil swab dari Lab Makassar yang menyatakan pasien positif corona tanggal 18 April 2020 atau sebelas hari kemudian.(ferry lesar/arya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Usahakan secepatnya ada alat tsb krn akan membantu pemerintah dn paramedis dlm mnangani dn mngatasi wabah Covid 19.

News Feed