oleh

Kloroquin Teratas, Ini 25 Daftar Calon Obat Virus Corona

JAKARTA, mejahijau.com – Para dokter dan ilmuwan terus berpacu dengan waktu menyiapkan vaksin atau obat virus Corona. Ada belasan calon obat dari seluruh dunia, semoga cepat selesai.

Hal ini dihimpun Clinical Trials Arena, merupakan website pemberitaan khusus untuk proses riset dan pengembangan obat yang berbasis di London, Inggris.

Mereka menghimpun data aneka belasan calon obat dan vaksin untuk COVID-19 yang sedang dikembangkan. Diharapkan, pada akhir April uji klinis untuk calon vaksin ini sudah bisa dilakukan.

Inilah daftar calon obat dan vaksin COVID-19:

1. Chloroquine

Chloroquin atau Kloroquin adalah obat malaria yang sekarang dipakai juga untuk melawan virus corona. Food and Drug Administration (FDA) Amerika sudah mengizinkan penggunaan darurat kloroquin untuk mengobati COVID-19.

2. Favilavir

National Medical Products Administration di China sudah mengizinkan penggunaan Favilavir untuk mengobati virus Corona. Sudah ada uji klinik dengan 70 pasien di Shenzen, China dan menunjukkan efek positif.

3. Vaksin Fusogenix DNA

Entos Pharmaceuticals sedang mengembangkan vaksin Fusogenix DNA. Entos sedang mengembangkan protein yang diambil dari SARS-CoV-2 untuk menstimulasi imunitas tubuh untuk mencegah infeksi COVID-19.

4. ChAdOx1 nCoV-19

Universitas Oxford mengembangkan vaksin ChAdOx1 nCoV-19 lewat lembaga Jenner Institute yang dimilikinya. Uji klinik akan dilakukan di wilayah Thames Valley dengan 510 relawan.

5. Gimsilumab

Roivant Sciences mengembangkan obat antibodi Gimsilumab. Obat ini diharapkan mengurangi kerusakan paru-paru dan tingkat kematian pada pasien COVID-19.

6. AdCOVID

Altimmune berkolaborasi dengan University of Alabama at Birmingham (UAB) mengembangkan vaksin AdCOVID yang dimasukan lewat hidung. Uji coba pada hewan ditargetkan kuartal ketiga 2020.

7. TJM2

I-Mab Biopharma mengembangkan antibodi TJM2, untuk mengatasi badai cytokine pada pasien virus Corona. Pengembangan obat akan dilanjutkan usai dapat perizinan dari FDA Amerika.

8. Vaksin Coronavirus Medicago

Medicago mengembangkan antibodi melawan COVID-19. Mereka berkolaborasi dengan Infectious Disease Research Centre dari Laval University dan didanai Canadian Institutes for Health Research (CIHR).

Baca juga:  Terlibat Narkoba, Legislator Edwin Lontoh Dipecat

9. AT-100

Airway Therapeutics mengembangkan protein AT-100 (rhSP-D) untuk mengobati virus Corona. Obat ini akan dievaluasi Respiratory Diseases Branch of the National Institutes of Health. AT-100 dilaporkan mengurangi infeksi paru-paru dengan menghasilkan imunitas terhadap penyakit pernafasan.

10. TZLS-501

Tiziana Life Sciences mengembangkan antibodi TZLS-501 untuk obat COVID-19. Obat ini mencegah kerusakan paru-paru. Belum diketahui kabar terkininya.

11. OYA1

OyaGen merancang OYA1 untuk obat virus Corona. Awalnya ini obat kanker, namun kurang berhasil, malahan lebih cocok untuk melawan virus Corona. OYA1 masih dalam penelitian mendalam dari OyaGen.

12. BPI-002

BeyondSpring menciptakan agen molekul BPI-002 yang bisa mengaktifkan CD4+ helper T cells, CD8+ cytotoxic T cells dan imunitas tubuh. Agen molekul ini mesti dikombinasikan dengan vaksin. BeyondSpring sudah mendaftarkan paten di Amerika untuk BPI-002.

13. Vaksin hidung Altimmune

Perusahaan biofarmasi AS, Altimmune mengembangkan vaksi intranasal untuk COVID-19. Desain dan sintesa dosis sudah selesai, selanjutnya mau masuk tahap uji coba dengan hewan.

14. INO-4800

Inovio Pharmaceuticals dan Beijing Advaccine Biotechnology berkolaborasi mengembangkan vaksin INO-4800. Vaksin ini mendapat suntikan dana USD 9 juta dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Inovio merupakan perusahaan yang juga disokong oleh Bill and Mellinda Gates Foundation.

Pada 3 Maret, mereka sudah mulai tahap uji pra-klinik. 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan, produksi massal juga disiapkan. Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.

15. NP-120

Algernon Pharmaceuticals menyiapkan NP-120 (Ifenprodil) sebagai obat COVID-19. Ifenprodil dijual dengan nama Cerocal dan sudah berhasil diujicoba pada tikus.

16. APN01

University of British Columbia dan APEIRON Biologics mengembangkan APN01 yang lagi diuji di China sebagai fase awal pembuatan obat COVID-19. Obat ini untuk mengurangi virus di tubuh pasien. Riset awal akan dilanjutkan dengan uji coba pada banyak pasien.

Baca juga:  Sumenda Buka Penerimaan Mahasiswa FKM Magang

17. Vaksin mRNA-1273

Moderna dan Vaccine Research Center dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) bekerja sama membuat vaksin yang menghancurkan Spike (S) protein pada coronavirus.

Pabrik Moderna di Massachusetts sudah membuat vaksin pertama untuk uji manusia oleh NIAID. Uji coba dilakukan 16 Maret kepada 45 orang di Seattle, selama sebulan.

18. VaksinAvian Coronavirus Infectious Bronchitis Virus (IBV)

The MIGAL Research Institute dari Israel mengembangkan vaksin IBV untuk virus corona pada unggas. Vaksin ini sudah dimodifikasi untuk melawan COVID-19. Mereka lagi cari rekanan untuk memproduksi vaksi dalam 8 minggu ke depan dan menunggu izin kelayakan untuk uji coba.

19. TNX-1800

Tonix Pharmaceuticals dan LSM Southern Research mengembangkan vaksin TNX-1800. Vaksin ini memodifikasi virus campak pada kuda yang bisa mempengaruhi protein pada virus Corona. Vaksin ini masih dalam tahap evaluasi dari Southern Research.

20. Brilacidin

Innovation Pharmaceuticals mengumumkan akan mencoba obat Brilacidin untuk melawan virus Corona. Obat ini awalnya untuk mucositis oral pada pasien kanker. Mereka bekerja sama dengan sebuah universitas dan 12 laboratorium di Amerika untuk uji coba sejak minggu ketiga Maret.

21. Vaksin Recombinant

Clover Biopharmaceuticals mengembangkan vaksin recombinant subunit dengan teknologi Trimer-Tag. Vaksin dikembangkan dari S protein (S-Trimer) pada virus Corona. Pada 10 Februari mereka sudah membuat kultur sel mamalia. Vaksin yang dimurnikan baru akan siap 8 minggu lau untuk pra uji klinik.

22. Vaksin coronavirus Vaxart

Vakart mengembangkan vaksin Corona oral menggunakan platform VAAST. Mereka masih akan uji coba pra klinik.

23. CytoDyn-leronlimab

CytoDyn meneliti leronlimab (PRO 140) untuk obat virus Corona. Obat ini aslinya lagi disiapkan untuk HIV dan sudah dapat izin FDA Amerika.

24. Vaksin Linear DNA

Applied DNA Sciences melalui LineaRx dan Takis Biotech berkongsi pada 7 Februari 2020 untuk mengembangkan vaksin linear DNA untuk melawan virus Corona. Mereka memakai Polymerase Chain Reaction (PCR)-based DNA menggunakan gen mahkota (spike) pada virus Corona dan masih harus menjalani uji coba pada hewan.

25. BXT-25 BIOXYTRAN mengajukan obat BX-25. Ini obat penyakit pernafasan akut yang dicobakan untuk melawan COVID-19. BX-25 5.000 kali lebih kecil dari sel darah dan membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh supaya pasien corona bisa sembuh.(dtc/arya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed