oleh

Sembuh Sehari dari Covid-19, Pasien 58 Dinyatakan Meninggal Gagal Ginjal

MANADO, mejahijau.com – Sehari dinyatakan sembuh dari Covid-19, satu dari dua pasien yang sebelumnya suspect virus corona menghembuskan napas terakhir, Jumat, 27 Maret 2020.

Pasien tersebut sudah menjalani pemeriksaan laboratorium tiga kali dan hasilnya negatif Covid-19 atau sembuh dari suspect corona. Penyebab pasien meninggal bukan lantaran Covid-19 namun karena penyakit penyertanya.

“Iya benar, pasien sudah meninggal dunia. Itu karena gagal ginjal tahap akhir,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemprov Sulut, dr Steven Dandel kepada wartawan.

Baca juga:  ‘Kesal’ dengan PDIP, Sri Wahyumi Manalip Hijrah ke Hanura

Dandel sebelumnya mengatakan, bahwa pasien nomor 58 itu memiliki banyak penyakit penyertanya, antaranya diabetes melitus, hipertensi, penyakit ginjal.

“Dengan sedih kami menyampaikan, pukul 17.30 Wita atau jam setengah enam (sore), bersangkutan meninggal dunia. Apapun yang dilakukan tim medis sudah tidak lagi direspons oleh yang bersangkutan,” papar Dandel.

Dia menyebut penyebab kematian pasien adalah gagal ginjal stadium lima atau tahap akhir. Penyakit ginjal yang dideritanya sempat membuat tim medis mengalami dilemma. Ketika hendak melakukan upaya penyembuhan penyakit ginjal, harus terbentur dengan kondisi pasien yang diisolasi akibat penyakit Covid-19.

Baca juga:  Lomban Resmikan Monumen Alfred Russell Wallace

“Sejak awal, saya sudah sampaikan berulang-ulang, kondisi inilah (sakit ginjal) yang memberatkan kasus pasien nomor 58. Medis ingin kawal terus supaya tidak terjun ke gagal ginjal yang parah, tetapi terkendala karena pasien harus diisolasi karena Covid-19,” tuturnya.

Padahal, kata dia, pasien tersebut telah terbebas dari paparan virus corona meski harus tetap mendapatkan perawatan rumah sakit karena penyakit penyertanya.

“Kami tim Satgas sangat berbelasungkawa,” pungkas Dandel.(ferry lesar/vanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed