oleh

Positif Corona 514 Orang, Istana Terus Serukan Social Distancing

JAKARTA, mejahijau.com – Pemerintah RI kembali umumkan situasi perkembangan kasus virus corona. Hingga Minggu, 22 Maret 2020, tercatat sudah 514 orang yang dinyatakan positif corona. Sebanyak 48 orang meninggal dan 29 orang sembuh.

Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Bidang Sosial, Angkie Yudistia mengajak masyarakat tetap menjaga jarak atau social distancing dengan konsisten. Selain itu Angkie juga terus menyerukan gerakan di rumah saja.

“Kami terus mengajak warga untuk mengurangi aktivitas ditengah kerumunan guna mengurangi potensi wabah virus corona yang bisa menjangkit siapa saja,” kata Angkie kepada wartawan, Minggu, 22 Maret 2020.

Baca juga:  Bantuan CEP ‘Sisir’ Warga Pesisir Tenga

Lanjut dikatakan, kita bisa produktif meski dari tempat tinggal atau dari rumah (#dirumahaja). Dan kita dapat menggalang sikap gotong royong #bersatulawancorona dengan menjaga kondisi tubuh serta membiasakan hidup sehat dan bersih sehari-hari.

Menurut Angkie Yudistia, social distancing sangat efektif untuk menghambat penyebaran virus corona. Beraktivitas dari rumah atau tempat tinggal masing-masing, adalah metode isolasi mandiri untuk menyetop penyebaran virus secara masif.

“Kita masih bisa produktif dengan mengerjakan banyak hal dari hunian kita. Namun, jika ada kegiatan yang mengharuskan kehadiran kita diluar dan terjadinya kontak fisik di tengah kerumunan, agar tetap memerhatikan kondisi tubuh serta jarak aman berinteraksi,” katanya.

Baca juga:  Beralih ke PLN Bersubsidi, Warga Diminta Berkoordinasi dengan Kades

Terkait kemungkinan untuk lockdown, pendiri Thisable Enterprise ini menegaskan, hal itu kewenangan pemerintah pusat. Dan kepala daerah juga sudah diberi kewenangan oleh Presiden untuk menetapkan sendiri status bencana masing-masing daerah.

“Presiden memberi ruang kepada setiap kepala daerah untuk menetapkan status kebencanaan terkait pandemi Covid-19 ini dengan melakukan konsultasi serta komunikasi kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-190,” ucap Angkie.

Soal skema karantina wilayah atau lockdown, kata dia, itu kewenangan pemerintah pusat dengan terus memerhatikan perkembangan penanganan virus corona.(*ferry lesar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed