oleh

Kawangkoan Akhirnya Miliki Mobil Damkar yang Siaga 24 Jam

TONDANO, mejahijau.com – Kerinduan warga Kawangkoan untuk mendapatkan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) akhirnya terwujud di awal tahun 2020.

Kendaraan Damkar tersebut nanti beroperasi di wilayah Kawangkoan Raya, dan tetap siaga selama 24 jam. Armada Damkar itu kini terparkir di komplek terminal dekat halaman kantor Kecamatan Kawangkoan, Kamis siang, 09 Januari 2019.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Alex Mamesah membenarkan kendaraan operasional kebakaran sudah dimiliki.

Dikatakannya, armada Damkar yang ada itu nantinya melayani wilayah Kawangkoan dan sekitarnya. Dan mulai saat ini, sudah ada petugas yang bersiaga di kantor kecamatan atau pos petugas pemadam kebakaran yang disediakan.

Baca juga:  Ini Peserta PSR di Sion Sentrum Sendangan

Menurut Mamesah, selain Kawangkoan sebelumnya juga di Kecamatan Tombariri sudah mendapat kendaraan yang sama.

Hal itu bertujuan untuk memaksimalkan tugas kerja di lapangan dan menjawab keluhan masyarakat selama ini.

Sementara Camat Kawangkoan Eightmi Moniung melalui Sekretaris Kecamatan Jeafry Sumampow mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Minahasa yang telah menyediakan fasilitas publik berupa 1 unit Damkar untuk disiagakan di wilayah Kawangkoan dan sekitarnya.

“Mewakili warga Kawangkoan, saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Royke Roring dan Wakil Bupati Robby Dondokambey atas fasilitas publik berupa kendaraan Damkar ini,” kata Sumampow.

Baca juga:  Warga Kawangkoan bersama Relawan Sepakat Tolak Covid-19

Lanjut dikatakan, sebagaimana penyampaian Dinas Damkar Minahasa mobil pemadam ini akan disiagakan 1 × 24 jam dengan dukungan personil petugas pemadam kebakaran yang akan menempati pos di kantor Camat.

Dinas Damkar Minahasa membuka nomor telepon 0431-321001 jika terjadi musibah kebakaran. Masyarakat diminta dapat menghubungi nomor tersebut jika ada insiden kebakaran.

Diketahui wilayah Kawangkoan dan Tombariri tahun 2018 lalu beberapa kali mengalami musibah kebakaran. Olehnya masyarakat meminta adanya kendaraan damkar untuk mempercepat tiba di lokasi kejadian.

Hal itu karena jarak Kota Tondano dan wilayah kecamatan lain di Minahasa cukup berjauhan.(herdy mendur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed