oleh

Dinas PU Minahasa Tolak Kontraktor Lokal Kelola Proyek HRS

TONDANO, mejahijau.com – Meski tidak diatur dalam regulasi bahwa kontraktor lokal tidak diperkenankan mengikuti lelang proyek pekerjaan jalan Hot Rolled Sheet (HRS), namun memasuki APBDP tahun 2019, Dinas PUPR Pemkab Minahasa mulai mengambil sikap kontraktor lokal tidak diperkenankan lagi menggarap proyek jalan HRS.

Pernyataan ini dilontarkan Kadis PUPR Minahasa Nofry Lontaan kepada mejahijau.com di Kantor Dinas PUPR Minahasa, Kamis, 17 Oktober 2019.

Lontaan menyebut, perencanaan APBD Perubahan 2019 dan mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan untuk menolak kontraktor lokal.

“Kami sudah bahas dan minta ijin kepada bupati dimana kontraktor lokal sudah tidak bisa lagi mengelola pekerjaan HRS,” tandas Lontaan.

Lebih lanjut, kata dia, alangkah baiknya kontraktor lokal fokus menggarap pekerjaan seperti air bersih, sanitasi, drainase, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Kasubag Humas Polres Minahasa Pererat Komunikasi dengan Wartawan

“Mereka fokus saja menggarap paket pekerjaan di luar bidang bina marga, sebab pekerjaan HRS membutuhkan spesifikasi teknis khusus jalan dan mampu dilaksanakan perusahaan yang sudah biasa mengerjakan proyek jalan,” katanya.

Dia membenarkan tidak ada regulasi yang membatasi kontraktor lokal untuk tidak boleh mengikuti tender proyek HRS. Hanya saja banyak kontraktor lokal tidak biasa menghadapi pekerjaan HRS itu.

Sekedar informasi, proyek jalan Hot Rolled Sheet (HRS) atau biasa disebut Lataston, merupakan lapisan permukaan non struktural memiliki agregat gradasi senjang, filter, dan aspal keras dengan perbandingan tertentu yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas.

Baca juga:  Machmud Turuis Kembali Jabat Direktur Pemasaran PT BSG

Sebagai alternatif agregat HRS digunakan material local, yaitu piropilit, terdiri dari dua lapisan tetrahedral silika, dan lapisan octahedral alumina.

Penggunaan silika salam campuran beraspal dapat mengurangi penggunaan kadar aspal dan dapat meningkatkan potensi stabilitas dan durabilitas pada campuran HRS.

Pada waktu hujan, senyawa yang merupakan polutan akan larut dalam air hujan dan menyebabkan air hujan tersebut bersifat asam sehingga dapat merusak lapis perkerasan lentur jalan raya.

Dengan kerentanan HRS terhadap hujan bersifat asam, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran asam sebagai hujan terhadap stabilitas dan durabilitas pada campuran HRS dengan menggunakan piropilit sebagai filler. (ferry lesar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed