oleh

Fisip Unsrat Dorong Pelayanan Masyarakat Berbasis Teknologi Informasi

TONDANO, mejahijau.com – Penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan penting sekarang menuntut setiap individu untuk menyesuaikan diri.

Salah satunya jajaran pemerintah desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kawangkoan merasa terpanggil untuk itu.

Melalui program studi ilmu pemerintahan jurusan ilmu pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unsrat Manado menggelar Kuliah Kerja Lapangan dan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Kawangkoan dan Kawangkoan Barat, Selasa hingga Rabu, 01-02 Oktober 2019.

Kegiatan diikuti para Lurah, Hukum tua, Sekretaris Desa, LPM, dan perangkat yang tersebar di 20 desa dan kelurahan dua kecamatan tersebut.

Materi yang dibahas antara lain secara khusus membahas pembuatan website desa dan website kelurahan.

Dekan Fakultas FISIP Unsrat Manado DR Drs Novie Pioh, MSi kepada wartawan mengatakan, FISIP Unsrat melakukan pengabdian pada masyarakat kali ini dikemas dalam praktek kerja lapangan salah satu unsur dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Oleh karena itu, kami menerapkan ilmu yang dimiliki melalui setiap tenaga edukatif yang berkaitan dengan pemerintah kecamatan,” kata Pioh.

Baca juga:  86 di Kejaksaan, Proyek LPP Manado Kini di ‘Take-Over’ Polda Sulut

Acara yang dihadiri perangkat desa, kelurahan, dan kecamatan ini, kata Pioh, mendapat respon positif. Dan hal itu akan menjadi kajian FISIP Unsrat hal-hal yang perlu diberikan masukan secara akademis dari aspek kepemimpinan penataan administrasi.

“Selain itu, kita akan menggelar kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dari segi administratif berbasis IT, yang nanti diterapkan oleh teman-teman dosen dan mahasiswa, supaya pelayanan berorientasi pada website dapat memberi manfaat kepada masyarakat,” paparnya.

Di wilayah Kecamatan Kawangkoan dan Kawangkoan Barat, baru Desa Kanonang Dua yang memiliki website desa.

Nantinya para mahasiswa dan dosen akan mengajarkan cara membuat website dan password tanpa biaya, serta akan diberikan pelatihan-pelatihan lainnya.

Lanjut Pioh, kalau menyangkut jaringan dan lain-lain itu sudah bukan urusan pihaknya. Tetapi yang terpenting bagaimana pemerintah dapat melaksanakan pelayanan yang berorientasi pada era industry.

“Dimana-mana pelayanan melalui online sistem sudah diterapkan, karena pelayanan semakin baik. Jadi bukan pengadaan web-nya, tetapi untuk memberikan pelatihan-pelatihan pelayanan,” katanya.

Pihaknya berharap pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan penataan administrasi semakin baik pula.

Baca juga:  Bawaslu Diperingatkan Soal Kejahatan TSM Oknum Pejabat Tomohon

Pihak-pihak yang punya kepentingan dilayani, kata dia, pasti akan lebih terpuasi pokoknya tergantung bagaimana penyiapan sumber daya di tingkat desa dan kelurahan.

Sementara Camat Eightmi Moniung SH berterima kasih atas kesempatan dari FISIP Unsrat karena mungkin tak semua Kecamatan didatangi untuk kegiatan seperti ini.

Dia juga berharap pembuatan website desa dan kelurahan kiranya mewakilkan minimal dua orang untuk memahami teknis cara pembuatannya dan pendampingan lain-lain.

“Kita butuh untuk koordinasi supaya target capaian seperti Desa Kanonang Dua yang  pernah ditetapkan oleh Kementerian Desa sebagai desa website nasional tahun kemarin, dapat diikuti desa dan kelurahan lainnya,” kata Moniung.

Menurutnya belajar tetap harus dilakukan karena hal-hal seperti ini tetap saja ada perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat.

Sementara Sekretaris Desa Kanonang Satu Heppi Walangitan mengaku senang program yang dilaksanakan FISIP Unsrat.

Hal ini, kata dia, nantinya akan memotivasi semua elemen masyarakat untuk lebih giat dalam upaya menciptakan inovasi desa masing-masing.(herdy mendur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed