oleh

Sudjatmiko Mengutip Kata Bung Karno: Pancasila Telah Kita Rawat Bersama

TONDANO, mejahijau.com – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melaksanakan upacara bendera pada Selasa, 01 Oktober 2019, di Lapangan Kantor Bupati Minahasa.

Bupati Minahasa dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Pengadilan Negeri Tondano ST Iko Sudjatmiko, SH MH selaku inspektur upacara mengajak semua pihak untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menganugerahkan hari indah dan berkenan memberkati kita sehingga boleh mengikuti upacara peringatan hari kesaktian Pancasila di lingkungan pemerintah kabupaten Minahasa.

Dua bulan sebelum kemerdekaan 17 Agustus 1945, tepatnya pada 1 Juni 1945, Gedung Tyuuoo Sangi-in di Pejambon terasa lebih ramai dari pada biasanya.

Lanjut Sudjatmiko, semua anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sedang melakukan sidang untuk menemukan gagasan dasar negara.

Semua tokoh penting nasional yang hadir antaranya, Soekarno, Hatta, Yamin, Supomo, dan banyak tokoh lainnya.

Tepat pukul 9 pagi, Soekarno naik ke atas panggung. Waktu yang ia butuhkan untuk naik ke panggung hanya beberapa menit saja. Dia mempersiapkan gagasan yang hendak ia kemukakan dari hasil pergulatan puluhan tahun.

“Enam belas tahun lamanya aku telah mempersiapkan apa yang hendak aku sampaikan. Dalam kuburanku yang gelap di banceuij, maka landasan tempat republik di suatu waktu akan berpijak sudah mulai tampak dalam pikiranku,” kata Sudjatmiko mengutip kata Bung Karno dalam otobiografi yang disusun Cindy Adams.

Baca juga:  VAP Dinilai Potensi Ciptakan Klaster Baru Covid-19 di Kabupaten Boltim

Apa yang terjadi kemudian setelah pidato tersebut, adalah sejarah besar. Pidato pada 1 Juni tersebut akhirnya dinobatkan sebagai hari lahir Pancasila.

Tujuh puluh tahun setelah pidato tersebut, lanjut Sudjatmiko, hari ini kita mengenang kembali apa yang Bung Karno katakan.

Bukan sekedar mencatatnya sebagai sebuah catatan yang sudah lalu, tetapi memberikan makna pada sejarah tersebut untuk konteks masa kini dan masa depan.

Pada hari lahir pancasila tersebut, pesan Bung Karno tegas, Semua, Buat Semua! Pesan itu bukan berdiri di ruang hampa. Ia berpijak pada pengalaman nyata republik ini. Republik ini hadir atas iuran kolosal semua orang; ada iuran materi, tenaga, bahkan nyawa untuk tinggi tegaknya republik.

Hari hari ini kita harus mengingat kembali semangat tersebut, mengembalikan lagi semangat gotong royong kita.

Kini adalah tugas kita, tugas setiap kaum terdidik untuk membayar balik apa yang telah negara berikan pada kita.

Baca juga:  Salurkan Bansos di Kawangkoan, Olly dan Roring Imbau Warga Patuhi Protokol Covid-19

Semua bergerak untuk pendidikan semua ambil bagian. Semua untuk semua! Kini adalah tugas kita bersama untuk kelak bisa mengatakan kepada para pendiri republik ini dengan bangga, bahwa kita telah merawat Pancasila bersama.

Bukan lagi sekedar untuk mengusir penjajah. Kita merawat Pancasila untuk mendorong peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan. Semua ikut bergerak, semua ikut terlibat. Kita akan bergerak, semua ikut terlibat. Kita akan bisa mengatakan dengan bangga, “semua elemen republik bergerak untuk semua. Untuk semua generasi masa depan republik ini. Untuk melukis wajah masa depan negeri ini” kata Sudjatmiko membacakan sambutan.

Pada hari ini, mari kita serukan: Pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangga menuju Indonesia maju dan bahagia! sebagaimana tema Hari Kesaktian Pancasila tahun 2019 ini.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Glady Kandouw SE, Wakapolres Minahasa Kompol Farly Rewur SH MM, Plh Kajari Minahasa Fien Ering SH MH, mewakili Dandim 1302 pasi ops, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Frits Muntu S.Sos, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dan seluruh peserta upacara TNI, POLRI, ASN dan THL.(herdy mendur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed