oleh

Sulut Expo 2019 Tampilkan Aneka Ragam Potensi Bumi Nyiur Melambai

JAKARTA, mejahijau.com – Sulut Expo 2019 yang segera digelar di Jakarta, nantinya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 ini, Sulut Expo 2019 akan diselenggarakan di Smesco Exhibition & Convention Hall, di jalan Gatot Subroto Kav. 94 Pancoran, Jakarta Selatan, bertepatan Hari Ulang Tahun ke-55 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Menariknya, puncak hajatan akan dirayakan pesta rakyat di Lapangan Sario, Manado pada tanggal 23 September 2019. Gubernur Sulut, Olly Dondokambey diwakili Asiano Gemmy Kawatu, Ketua Panitia Sulut Expo 2019 mengungkapkan, pelaksanaan dipusatkan di Jakarta dalam rangka promosi potensi Sulawesi Utara yang dikenal dengan nama daerah bumi nyiur melambai.

“Target kami Sulut Expo 2019 melibatkan 15 daerah kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara. Dan itu benar-benar menjadi ajang promosi berbagai potensi daerah kita terutama mengangkat kekayaan adat budaya yang selama ini belum banyak terekspos ke publik,” kata Kawatu yang juga Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara di Jakarta, Senin 16 September 2019.

Mengangkat tagline North Sulawesi: “Pacific Gateway of Indonesia”, dijelaskan Kawatu, karena kegiatan tersebut diharapkan selain mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan sumber daya manusia di bidang pariwisata, Sulut Expo 2019 juga merupakan panggung pertunjukkan, arena pergelaran keberagaman potensi alam, wisata, kekayaan budaya, tradisi termasuk perkembangan investasi, pasca disahkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, baru-baru ini.

“Kami berharap Sulut Expo menjadi pintu masuk pengembangan tourism, trade, and investment (TTI),” tambahnya.

Baca juga:  Sulut Expo 2019 Prestisius, Gaet Investasi 6 Triliun Rupiah

Acara Sulut Expo 2019 nantinya diwarnai Launching Flight Garuda Indonesia dengan rute baru penerbangan Manado (Indonesia) ke Davao (Filipina), serta penandatanganan Letter of Understanding antara industri pariwisata Filipina dengan industri pariwisata Sulut.

Dari sisi kehidupan kebangsaan, Sulut merupakan miniatur kebhinekaan dan kerukunan masyarakat Indonesia.

Karenanya Fabian Pascoal, SH, LLM, selaku Ketua Tim Kerja Sulut Expo 2019 dan Sigit Cosmas Sekretaris Tim Kerja Sulut Expo 2019 menambahkan, hajatan tersebut akan menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menegah (UKM) di Sulut untuk mempromosikan hasil-hasil produk UKM dan kuliner.

Sulut Expo 2019 akan dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey hari Kamis 26 September 2019. Pada pembukaan akan diwarnai nuansa seni tradisi seperti tarian Kabasaran dan Maengket.

“Rencananya pembukaan akan dibuat berbeda, yakni dengan menggunakan tetengkoren,” kata Fabian. Setelah pembukaan, sesuai tema acara pada hari pertama “Kearifan Lokal”, berbagai pertunjukan seni budaya Sulut akan ditampilkan di Smesco Exhibition.

Setelah pembukaan akan digelar Investor Gathering & Digital Economy in North Sulawesi”, dilanjutkan promosi daerah Kabupaten Minahasa, Kabúpaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Sitaro, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Pada hari kedua, akan mengusung tema “Wawasan Nasional” yang akan menampilkan potensi berbagai daerah seperti Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Tomohon, Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Sangihe, dan Kabupaten Talaud.

Baca juga:  Januari-Juni, Investasi Sulut Capai Rp4,8 Triliun

Hari ketiga, Sabtu 28 September 2019) dengan tema “Akses Global”, akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, seperti donor darah, lomba kreasi poco-poco, pagelaran fesyen batik Sulut, pentas seni budaya, serta promosi daerah Kota Manado, Kota Bitung, Minahasa Utara, Kotamobagu, Bolmong, dan Bolaang Mongondow Selatan.

Hari terakhir Sulut Expo 2019 Minggu 29 September 2019) menjadi ujung rangkaian kegiatan yang akan diakhir dengan “Travel Exhibition & Malam Puncak Sulut Expo 2019”.

“Selama pelaksanaan kegiatan, berbagai pentas seni dan hiburan akan digelar dengan menghadirkan sejumlah penyanyi terkenal seperti Ruth Sahanaya, Conny Mamahit, Nindy Ellese, Angel Karamoy, dan Mikha Tambayong,” kata Fabian.

Dari sisi seni budaya, Sulut memiliki berbagai kekayaan seni budaya tradisi yang juga akan ditampilkan pada Sulut Expo, seperti Maengket, Masamper, Katrili, Tarian Kabela, dan lain-lain.

Turut berpartisipasi dalam Sulut Expo 2019 adalah ASITA Sulut dan Garuda Indonesia yang akan menggelar pameran perjalanan wisata, serta Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Polda Metro Jaya juga akan memberikan pelayanan perpanjangan Paspor dan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada pengunjung Sulut Expo 2019.

“Karena itu kami sangat berharap kegiatan Sultu Expo 2019 akan menarik banyak pengunjung,” kata Sigit.

Nampak hadir saat press-conference, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie, Kasubdit Visa, Ditjen Imigrasi Supartono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan (PTSP) Pemprov Sulut Franky Manumpil, Senior Manager Loyalty PT Garuda Indonesia Prasetyo Budi.(*arya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed