oleh

JEG-HH Letakkan Batu Dasar Pembangunan Dua BLK Sekaligus

TAHUNA, mejahijau.com – Bupati dan wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana (JEG) dan Helmud Hontong (HH),  melakukan peletakkan batu pembangunan dasar pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), Senin, 02 September 2019, .

Tak tanggung-tanggung, sekaligus dua buah gedung BLK dilakukan peletakan batu dasar sebagai tanda dimulainya pembangunan tempat pendidikan dan pelatihan ketenagakerjaan warga Sangihe.

Seperti diketahui, gedung BLK adalah sarana dan prasarana tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau keahlian dibidangnya masing-masing.

Tahun 2019 ini, Kabupaten Kepulauan Sangihe memperoleh dua paket BLK Komunitas. Masing-masing, BLK Komunitas YPK GMIST di kompleks Kantor Sinode GMIST, dan satu paket lainnya BLK Komunitas Pondok Pesantren LP Ma’arif NU berlokasi di Manente ke arah Lelepu.

Baca juga:  Istri Mantan Sekda Bawa Ratusan Juta ke Kajari

Prosesi peletakan batu dasar pembangunan dua unit BLK dianggarkan sekira Rp850 juta. Acara ikut dihadiri Kepala Disnaker dan Ketua Umum Sinode GMIST Kabupaten Kepulauan Sangihe. BLK yang dibangun diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas.

“Kami berharap BLK ini menjadi tempat pendidikan dan pelatihan siapa saja pemuda dan remaja bahkan orangtua yang ingin belajar,” kata Gaghana.

Ketrampilan-ketrampilan dimaksudkan yang dapat diserap dari BLK, antaranya keterampilan menjahit, pariwisata, teknik mesin, teknik elektro, bahasa Inggris, dan lainnya.

“Nanti jadwal pelatihan diatur semaksimal mungkin. Kalau boleh pelatihan dilakukan setiap hari. Dan saya berharap, untuk mempersiapkan generasi muda dengan lapangan pekerjaan, kita harus selalu bersinergi dengan Disnaker Sangihe,” ungkap Gaghana.

Baca juga:  Jabes Tekankan 5 Pedoman kepada Pejabat Baru Dilantik

Selain itu, lanjut dia, kita seenantiasa dapat membaca kebutuhan pasar ketenagakerjaan, kira-kira tenaga kerja apa saja yang dibutuhkan.

“Minimal para pelajar di BLK memiliki sertifikasi. Meski dikelola GMIST, namun pemerintah akan ikut terlibat mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan BLK dan ketenagakerjaan.

“Terimakasih Badan Sinode GMIST yang sudah memberikan lahan untuk pembangunan BLK. Kiranya kualitas bangunan diperhatikan agar dapat digunakan semaksimal mungkin, dan menjadi berkat bagi kita semua,” kunci orang nomor 1 di Bumi Tampungang Lawo ini.(benyfacius sasiang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed