oleh

Rudis Bupati Sangihe Diberi Nama Papanuhung Santiago

TAHUNA, mejahijau.com – Dua tahun Pemerintahan Megahagho Jabes Ezar Gaghana dan Helmud Hontong, mengupayakan peletakan nilai-nilai adat budaya Sangihe yang disalahgunakan.

Teranyar Rumah Dinas (Rudis) orang nomor 1 Sangihe yang selama tak memiliki nama yang hanya disebut Pendopo, kini diberi nama Papanuhung Santiago Tampungan Lawo.

Penyematan nama Rudis Bupati dengan nama Papanuhung Santiago Tampungan Lawo, diprakarsai Bupati Jabes Ezar Gaghana, Rabu (22/05/2019).

Penyematan secara nama Papanuhung Santiago tak hanya secara legitimasi hukum tertulis saja, namun dikukuhkan dengan ritual adat.

Baca juga:  Bupati Gaghana “Warning” ASN soal Fenomena Ba’hugel

Diiringi syair Sasambo bersama tabuhan tagonggong, Bupati Jabes Ezar Gaghana didampingi Wakil Bupati Helmud Hontong melakukan pengolesan air sebagai simbolis dikukuhnya setiap tiang Papanuhung Santiago dipandu seorang tokoh adat.

Menurut Jabes, penamaan rumah dinas tersebut sebagai wujud pengembalian jadi diri masyarakat Sangihe sesuai tema “Kembalikan SangiheKu”.

“Rumah Dinas Bupati selama ini kita sebut Pendopo. Pendopo itu bukan bahasa Sangihe. Maka kita sepakat bersama tokoh adat dan pelaku adat untuk diberi nama Papanuhung Santiago Tampungan Lawo,” ungkap Jabes.

Baca juga:  Ratusan Tenaga Kerja Asal Tiongkok di PT Conch Sangat Mencurigakan

Ditegaskannya, pertemuan-pertemuan kedepan di tempat ini sudah tidak lagi nama Pandopo tetapi menggunakan nama Papanuhung Santiago Tampungan Lawo.

“Tidak sulit kita menggunakan kata itu. Semangat ini adalah semangat kita semua. Dan dari sinilah kita memulai sebagai Orang Sangihe,” pungkas Bupati Sangihe pilihan rakyat ini.(rydi/vanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed