oleh

Awal Investasi 90 Miliar, Edwin Silangen Sambut Dune-Network

MANADO, mejahijau.com – Sulawesi Utara kembali menerima minat investor luar negeri untuk menanamkan modal. Kali ini dune-network, perusahaan Prancis yang bergerak di sektor pariwisata khususnya penyelaman dan life aboard (menginap di kapal).

Dune-network bakal mengucur dana investasi senilai 90 miliar rupiah pada tahap awal pengelolaan investasi.
Wisatawan nantinya akan dibawa berkeliling ke tempat-tempat menyelam atau snorkeling dengan menggunakan kapal. Wisatawan juga akan tinggal di kapal selama beberapa hari di tengah perairan Sulawesi Utara.

Hal itu terungkap pada pertemuan Sekdaprov Edwin Silangen dengan CEO dune-network Steve Hans dan Cyril Dune di ruang kerja Sekprov Kantor Gubernur Sulut, Jumat (24/05/2019) pagi.

Baca juga:  Pandemi Covid-19 Tidak Menyentuh Dana Bantuan Parpol

Bersama dune-network, pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat, pengelola KEK Pariwisata Likupang Paquita Widjaja Rustandi, dan Kasubdit Fasilitasi Promosi Daerah BKPM RI Saribua Siahaan.

Sekdaprov Silangen mengapresiasi rencana investasi tersebut. Menurutnya, pihak dune-network selama kunjungannya di Sulut melakukan survei lokasi daerah yang bakal dijadikan cabang perusahaan pariwisata bertaraf internasional.

“Pemprov Sulut selalu mempermuda seluruh investor yang akan berinvestasi di Sulut,” kata Silangen.
Iklim investasi di Sulut, lanjut Silangen, sangat kondusif didukung keramahan masyarakatnya itu yang membuat dune-network tertarik.

Baca juga:  Pemprov Sulut Dapat Teguran Keras Mendagri Tito Karnavian

Sementara Kasubdit Fasilitasi Promosi Daerah BKPM RI Saribua Siahaan mengatakan, dune-network bakal mendatangkan ribuan penyelam untuk berlibur sekaligus menyelam di perairan Sulut.

“Ada tiga ribu penyelam yang akan didatangkan dune-network. Selain itu investasi ini akan menambah lapangan pekerjaan dan menguntungkan sektor lainnya,” ucap Siahaan.

Pulau Lembeh dan perairan Likupang, kata dia, dan daerah lainnya di Sulut sedang disurvei dune-network sebelum pada akhirnya ditetapkan sebagai lokasi penyelaman dan life aboard.(arya/hps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed