oleh

Terancam Dipolisikan, Endut Bantah Selewengkan Dana Desa

AMURANG, mejahijau.com – Geram lantaran Lorong Sanger di Desa Rumoong Bawah dikerjakan amburadul, warga desa melampiaskan dengan menanam pisang di tengah jalan.

Jalan desa yang dibangun dari Dana Desa tahun 2018 itu, diduga terjadi penyelewengan anggaran. Pelak saja sorotan publik melalui pemberitaan yang mengulas pekerjaan yang dikelola Kepala Desa Maxi Lumantow meluncur deras.

Gerah dengan pemberitaan yang menyoroti pekerjaan Lorong Sanger di desa yang dipimpinnya, Kepala Desa Rumoong Bawah Maxi Lumantow melalui salah satu media terpaksa angkat suara.

Menurut Maxi, apa yang diberitakan sejumlah media itu tidak benar dan tidak sesuai fakta. Namun diakui memang ada sedikit masalah karena saat pengecoran jalan bertepatan musim hujan.

“Bahkan pengecoran belum kering sudah ada mobil yang lewat sehingga pengecoran jalan rusak,” ujar Maxi.

Baca juga:  Meriah, Christmas Carnaval Pertama di Tomohon

Soal batu-batu kerikil menonjol di sepanjang jalan, lanjut Endut sapaan akrab Kepala Desa Rumoong Bawah ini, penyebabnya karena pengecoran belum benar-benar kering tetapi sudah turun hujan. Tak hanya itu, terpal yang dipakai untuk menutup jalan saat hujan ikut diambil orang tak dikenal.

Sebelumnya warga kebanyakan dari kalangan pemuda melancarkan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan tersebut. Mereka memprotes jalan desa yang belum setahun namun sudah hancur.

Mereka bersikeras ada dugaan penyelewengan anggaran dana desa. Itu terlihat dari campuran beton yang dinilai tak sesuai ketentuan untuk pembuatan jalan desa.

Mengutip pernyataan Adry Krisen SH warga desa setempat, menyebut pekerjaan proyek bersumber dari Dana Desa 2018 yang disoroti pers itu memang benar karena dikelola tidak sebagaimana semestinya. Selain tak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB), di lapangan terbukti fisik proyek ada sejumlah kejanggalan.

Baca juga:  Riedel, Anne, Butje Resmi Penghuni Baru DPRD Minsel

“Kalau ada penyelewengan, harus diusut tuntas dan diberian efek jerah kepada siapa saja,” tandas Adry Krisen.

Sementara Ketua FPRI (Forum Pembela Rakyat Indonesia) Chandra Takser mengatakan, pihaknya akan memproses hukum dugaan penyelewengan dana desa di Desa Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat.

“Kami akan melapor resmi ke kepolisian, dan meminta supaya polisi mengusut tuntas pengelolaan dana desa di Desa Rumoong Bawah,” pungkas Chandra bahwa pihaknya telah terjun ke titik proyek Lorong Sanger di Desa Rumoong Bawah.(ferry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed