MANADO, mejahijau.com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sulut Gorontalo (BSG) di Grand Kawanua Convention Central (GKCC), di Kayuwatu, Manado, resmi dibuka Gubernur Olly Dondokambey, Senin (11/03/2019).

Adapun hasil RUPS yang dibahas alot hingga menyita sekira 14 jam lamanya, akhirnya menyepakati lanjut dengan pembahasan RUPS Luar Biasa.

Adapun hasil RUPS Luar Biasa, ditunjuk Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH sebagai juru bicara untuk menyampaikan hasil-hasilnya kepada publik.

“Kinerja Direksi dan Komisaris akan dievaluasi pada RUPS berikutnya, yaitu minggu ke empat bulan April,” ungkap James Sumendap kepada sejumlah wartawan seusai kegiatan, Senin (11/03/2019 malam.

Baca juga:  'Menghina' Roy Roring, Charles Ditahan Polres Minahasa

RUPS bulan April itu, menurut Sumendap, para pemegang saham akan mengevaluasi kinerja triwulan pertama (Januari, Februari, Maret) jajaran direksi dan komisaris.

“Keputusannya apakah mereka akan diganti atau tidak, itu akan disepakati para pemegang saham,” tandas Sumendap.

Menariknya Sumendap juga menyebut soal 5 persen dana tantiem yang akan diterima jajaran direksi dan komisaris mengalami pengurangan.

“Para pemegang saham juga memutuskan 5 persen dana tantiem yang akan diterima direksi dan komisaris, diturunkan menjadi 3,5 persen. Dan 1,5 persennya, itu diberikan untuk jasa produksi atau kepada pegawai Bank SulutGo,” cetusnya.

Soal RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) Kabupaten Bolmong, Kota Manado, dan Kotamobagu, mereka akan dikembalikan ke BSG setelah 3 bulan evaluasi kinerja para direksi dan komisaris.

Baca juga:  Edison Humiang Nyaris Tewas, Helikopter yang Ditumpanginya Dihantam Angin Kencang

Soal prospektif tidaknya bank yang memiliki jargon torang pe bank ini, lanjut Sumendap, manajemen PT BSG terbilang masih cukup profit.

“Yang jelas, semuanya akan diputuskan pada RUPS minggu ke empat bulan April mendatang,” sergah Sumendap mengakhiri.

Seperti diketahui, RUPS PT BSG dihadiri Wakil Gubernur Steven OE Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen selaku pemegang saham dominan, pemegang saham PT Mega Corpora, Pemprov Gorontalo, serta para pemegang saham dari kabupaten kota.(vanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed