MANADO, mejahijau.com – Manado Skyline di atas ketinggian Bukti Tetempangan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, terbilang berhasil disulap menjadi salah satu obyek wisata Sulawesi Utara (Sulut).

Dari atas ketinggian bukti berada pada 568 meter di atas permukaan laut (mdpl), terpapar panorama indah. Lekuk liuk bukit, pepohonan hijau bertengger menyanggah eloknya Tetempangan Hills, ternyata berhasil diejahwantahkan, Wenny Lumentut SE.

Dua tahun terakhir, obyek wisata ini menjadi ‘booming’ oleh kunjungan wisatawan. Decak kagum muncrat manakala kita berada di puncak bukit ini. Sehingga tak heran kalau lokasi ini disebut-sebut salah satu lokasi paralayang terbaik di dunia.

Di depan mata terbentang laut yang maha luas. Dari sini dapat dinikmati beberapa pulau kecil. Gunung menjulang di pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Siladen, hingga panorama Teluk Amurang sampai Teluk Manado.

Baca juga:  Tiga Pejabat Teras Polres Sangihe Diserahterima

“Saya selalu berpikir bagaimana menjadikan kita dikenal dunia internasional. Tetempangan Hills memang sudah dikenal, tetapi saya tidak puas kalau tidak semua negara tahu benar seberapa indah daerah kita,” ungkap Wenny Lumentut.

Lanjut Anggota DPRD Sulawesi Utara ini, untuk tujuan itulah dirinya seperti tak lelah-lelahnya mempromosi obyek-obyek wisata yang ada di Sulawesi Utara.

Ia tak menampik adanya sejumlah kendala dalam pengelolaan kepariwisataan. Mulai dari infrstruktur hingga suprastruktur yang belum dapat ditengahi lintas sektoral kepariwisataan di daerah ini.

Baca juga:  Lomban Resmikan Monumen Alfred Russell Wallace

Utama dari yang paling utama, belum terciptanya hubungan koordinatif antara para pihak pengelola pariwisata. Pengelola wisata di Kota Bitung bermain dengan polanya sendiri, begitu juga dengan pengelola obyek wisata di Bolaang Mongondow dan daerah-daerah lainnya bertumpu pada kebijakannya sendiri.

“Daerah-daerah belum dapat menjalankan koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi. Masing-masing jalankan pola dan kebijakan masing-masing, sehingga imbasnya dapat membingungkan wisatawan itu sendiri,” pungkasnya.

Menurut hemat Wenny, pada prinsipnya dia sudah mengambil bagian untuk berbuat yang terbaik bagi kemasyuran daerah kita di mata internasional. “Yang jelas saya sudah berbuat melalui Tetempangan Hills. Kalau untuk yang lainnya, nanti kita pikirkan sama-sama,” pungkasnya.(vanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed