oleh

Warga Minsel Diimbau Waspadai Bencana Banjir dan Longsor

AMURANG, mejahijau.com – Bencana alam datang kapan saja dan tak disangka-sangka. Apalagi di musim penghujan sekarang ini, warga Minahasa Selatan (Minsel) diimbau untuk waspadai setiap potensi bencana.

Himbauan disampaikan Bupati DR Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kepala Satuan Pol-PP dan Pemadam Kebakaran Henri Palit SH kepada sejumlah wartawan di Amurang, Jumat (01/02/2019).

“Potensi banjir dan tanah longsor dapat terjadi kapan saja. Dikuatirkan curah hujan yang cukup ini memicu bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Kasat Pol-PP dan Damkar, Henri Palit.

Lanjut dikatakan, warga yang domisili di wilayah rawan banjir dan rawan longsor diminta untuk selalu tingkatkan kewaspadaan. Terutama masyarakat yang rumahnya berada di ketinggian dan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Baca juga:  Cinta dan Harapan di Tengah Pandemik

“Bupati meminta selalu waspada. Dan kalau ada apa-apa yang membahayakan, segeralah ke tempat yang lebih aman,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Minsel ini.

Bupati Minsel juga menghimbau warga yang melakukan perjalanan untuk selalu mawas dari segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Seperti diketahui, curah hujan yang tinggi telah menyebabkan deposit air sungai Ranoyapo naik meninggi. Selain itu sejumlah sungai di Kabupaten Minsel juga mulai meluap membanjiri rumah penduduk.

“Iyaa hujan dari tadi malam membuat was-was. Dan kami waspada luapan sungai Ranoyapo,” ungkap Lucky Manoppo (45), warga Amurang yang domisili di bantaran sungai.

Baca juga:  Di Tatapaan, Tetty Paruntu Rame-Rame Angkat Sampah

Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah rumah warga karena posisi rumah berada di daerah rendah. Sehingga tidak heran kalau setiap kali hujan tinggi tetap menjadi langganan banjir.

Sementara menurut Danny Rompas (51) Desa Motoling yang rumahnya berada di tebing jalan mengaku kuatir tertimpa bencana tanah longsor.

“Setiap kali hujan, memang kami selalu kuatir tanah longsor. Namun kami sekeluarga selalu waspada,” katanya.

Sejak beberapa waktu lalu, kata Danny, dia berencana memindahkan rumahnya dari kecuraman ke tempat yang lebih aman. Hanya saja rencananya belum terlaksana karena masih terkendala operasional.(arya/ismail arjuna)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed