oleh

Divisi Humas Polri Jumpa Nitizen di Manado

MANADO, mejahijau.com – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, perkembangan teknologi saat ini memiliki dampak positif juga bisa berdampak negatif.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Literasi Media – Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial, yang digelar Divisi Humas Polri, di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (22/11/2018).

“Dampak negatif yang timbul saat ini cukup tren, berupa adanya ujaran kebencian, adanya hoax, adanya povokasi yang bersifat sara dan mengadu domba antara komunitas, antara bangsa dan itu cukup memprihatinkan,” kata Tompo.

Kabag Disindig Mabes Polri Kombes Pol Heru Yulianto tekankan penggunaan media online dan media sosial yang benar, bijak, dan cerdas.

Oleh karena itu, Polda Sulut berharap kegiatan tersebut dapat dipergunakan dengan baik oleh peserta yang berasal dari berbagai kalangan pegiat media sosial dan media online (Nitizen) di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Baca juga:  Mulai 10 Juni, Pemkab Minahasa Berlakukan Hal-hal Berikut

Kabid Humas Polda juga mengatakan, Polri menginginkan masyarakat tetap damai dan aman. Polri berharap setelah kegiatan ini akan membawa dampak positif, dimana komunitas pencipta media sosial dan media online akan membiasakan nilai positif yang bijak dalam menggunakan medsos.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo ingatkan dampak negatif yang timbul antaranya ujaran kebencian, adanya hoax, povokasi bersifat SARA, dan adu domba antara komunitas.

Sementara itu Kadiv Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal melalui Kabag Disindig Kombes Pol Heru Yulianto menekankan, dengan mengerti dan memahami bagaimana penggunaan media online dan media sosial yang benar, bijak dan cerdas, para penggiat media sosial dan media online dapat meraih banyak manfaat tanpa melakukan pelanggaran hukum.

Baca juga:  Sulut Laksana 'Merah Delima' di Gerbang Pasifik Indonesia

“Dan sebaliknya para penggiat media sosial dan media online yang serampangan tanpa mengindahkan aturan-aturan di dunia maya ini dapat berimplikasi pada proses hukum yang merugikan diri sendiri dan masyarakat umum,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga menggelar diskusi panel yang dipandu Sixtus Kalesaran, dengan menghadirkan para nara sumber, yaitu Kompol Makung Ismoyo Jati dari Divisi Humas Polri, Kasubdit Cyber Polda Sulut AKBP Iwan Permadi, Ir Febi Moniaga dari Diskominfo Sulut, serta kalangan akademis Unsrat, Dra Joane Pingkan Tangkudung.(*arya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed