oleh

Nasabah Bank BNI Manado Mengeluh Dipersulit

MANADO, mejahijau.com – Andre, warga Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken – Kota Manado, mengeluh dipersulit manajemen Bank BNI. Kepada manajemen bank tersebut, Mahasiswa Unsrat Manado ini melapor kartu ATM-nya hilang. Maka pantaslah bila dia berniat ajukan permohonan pembuatan kartu ATM yang baru dari Bank BNI Cabang Manado.

Oleh karena alasan Andre ATM-nya hilang, manajemen bank meminta ia melengkapi dengan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian.

Bersamanya dia juga diminta membawa KTP, Kartu Mahasiswa, Kartu Keluarga disamping surat keterangan hilang dari kepolisian tersebut. Semua syarat sudah dipenuhi Andre namun tak ayal manajemen menolak dengan alasan yang tak masuk akal.

“Saya sudah tidak bisa transaksi, padahal semua kelengkapan yang diminta untuk pembuatan ATM yang baru sudah saya penuhi. Tetapi nyatanya manajemen Bank BNI beralasan data saya yang tidak valid,” ungkapnya kepada mejahijau.com, Sabtu (28/07/2018).

Baca juga:  Maju Pilwako Manado, Kader PDIP Tolak James Sumendap

Lanjut dikatakan, ia telah menjadi nasabah Bank BNI lebih dari lima tahun dan melakukan transaksi melalui jasa bank tersebut. Awalnya menjadi nasabah di bank tersebut, Andre mengajukan permohonan di kantor BNI Cabang Manado beralamatkan jalan Dotu Lolong Lasut Nomor 1, Manado.

“Anehnya saya ditolak bukan nasabah beralamatkan Manado tetapi alamat Pecenongan. Padahal permohonannya saya buat di kantor BNI Cabang Manado bersama cap kantornya juga alamat Manado,” katanya keheranan.

Nasabah dengan nomor rekening 0460520xxx ini menimpali, selayaknya manajemen Bank BNI lebih professional memberikan pelayanan kepada para nasabah bukan malah membuat kecewa seperti yang dialaminya.

Baca juga:  Saksi Veronica Ungkap Pinjaman Rp750 Juta Bupati Vonnie

Kasus lain, sebelumnya nasabah Franny Sengkey juga mengeluhkan layanan setoran tunai BUMN tersebut. Ia komplen buruknya sistem mesin ATM hingga berakibat fatal kepadanya selaku nasabah Bank BNI.

Kasusnya mencuat setelah dia melakukan setoran tunai senilai Rp5 juta melalui mesin ATM. Namun setelah 20 hari lamanya saldo rekeningnya tak jua tercatat transaksinya. Selama itu juga dia diburu kebutuhan keluarga yang terlanjur terabaikan gara-gara saldo tidak ada.

“Saya gunakan setoran tunai karena percaya layanan sistem Bank BNI cukup bagus. Setelah kejadian ini, saya benar-benar jengkel karena semua aktivitas saya terhalang,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Bank BNI Cabang Manado belum berhasil dikonfirmasi redaksi media ini.(vanny)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed