oleh

Tandayu Anjurkan KB dan Deteksi Dini sebagai Kebutuhan

TONDANO, mejahijau.com – Kaum wanita yang sudah berkeluarga penting ber-KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test. Dua metode tersebut bertujuan supaya wanita tetap sehat dan terhindar dari kanker serviks.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir Tino Tandaju pada Pelayanan IVA Test  dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tondano, Selasa (24/07/2018).

Kegiatan dihelat kerjasama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa dengan TP-PKK Provinsi Sulut serta BKKBN Provinsi Sulut.

“Diharapkan kaum wanita tergerak secara mandiri dan sukarela mengikuti KB dan melakukan deteksi dini. Jadikan itu sebagai kebutuhan,” ujar Tandayu.

Lanjut dikatakan, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama bagi seorang anak. Keluarga juga pilar pertama yang berperan penting memenuhi kebutuhan asah, asih, asuh.

Karenanya keluarga tempat yang paling sempurna untuk menanamkan ketiga nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong serta membangun karakter anak sejak dini.

Baca juga:  Hadiri CINIA ke-4, Mantiri Seriusi Smart City di Kota Bitung

“Pendidikan anak usia dini harus dilakukan secara holistik (menyeluruh),  dimana stimulasi dini yang diberikan keluarga terhadap anak dapat mempercepat perkembangannya. Nah, kemitraan dengan PKK, sudah berjalan cukup lama dan PKK juga merupakan mitra terdekat dari BKKBN,” katanya.

Ia mencontoh hajatan Harganas yang sukses dimana Ketua TP-PKK Sulut juga Ketua Umum MKJP (Metode KB Jangka Panjang) yang lagi berjalan sebanyak 20.000 yang perlu bantuan dan kerjasama dari TP-PKK.

Sementara BKKBN sendiri ikut aktif menggerakkan program seribu hari pertama kehidupan. Itu salah satu yang dipertajam BKKBN dalam upaya membangun kualitas manusia Indonesia seutuhnya.

“Disasarkan untuk menekan angka stunting di Indonesia yang penanganannya melibatkan beberapa instansi terkait termasuk PKK,” urainya.

Ditambahkannya, peringatan hari anak diharapkan menjadi momentum pengingat untuk memperjuangkan hak-hak anak.

“Melalui peringatan hari anak nasional tahun ini, semoga kita peduli serta penuh tanggung jawab dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita,” pungkas Tandayu.

Baca juga:  Speed-Cup Gelar Open Tournamen Taekwondo 2019

Sambutan Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan yang dibacakan Ellen Tirajoh-Jacob dikatakan, ada beberapa kegiatan besar berturut-turut, antaranya hari keluarga nasional (Harganas) yang dipusatkan di Kota Manado telah berlangsung sukses.

“Kemudian tanggal 23 Juli ini, kita telah memperingati Hari Anak Nasional. Itu mengingatkan kita bahwa pola pengasuhan anak sejak dini bahkan dari 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak janin dalam kandungan sampai 1000 hari berikutnya perlu mendapat perhatian,” ujarnya Ellen.

Masa tersebut, kata dia, dikenal dengan sebutan periode emas bagi seseorang dalam kehidupannya sebagai bekal kehidupan selanjutnya.

Di akhir sambutan, Ellen berterima kasih kepada BKKBN Provinsi Sulut dan TP-PKK Kabupaten Minahasa yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Turut hadir, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Minahasa, Ny Seeve Korengkeng-Warouw SE, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Dra Yola Mamahani, serta narasumber dr Joy Ratu dan Dr Prissy Siby.(*arya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed