oleh

Terancam Gagal Panen, Fungsi Bendungan Talawaan Dipertanyakan

MANADO, Meja Hijau – Petani sawah dua desa, yakni Desa Winetin dan Desa Mapanget, Kecamatan Talawan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengeluh padi sawah mereka terancam gagal panen.

Pun musabab para petani terancam gagal panen bukan disebabkan karena kekeringan, melainkan sumber air untuk mengairi sawah mereka yang kian seret.

Usut per usut, ternyata irigasi dari bendungan Talawaan yang mengaliri persawahan tak terairi diduga kuat karena upaya sabotase oknum-oknum tertentu.

Wargapun mulai resah. Padi yang ditanam bertumbuh tidak subur. Mereka dilanda rasa kuatir jangan-jangan mereka ketiban bencana gagal panen.

Ironisnya Kepala Kecamatan Talawaan dan Kepala Desa Winetin dan Mapanget hingga kini belum memberikan solusi. Sialnya sejumlah petani mulai memikirkan alih profesi dari petani menjadi tukang ojek atau pekerjaan lainnya.

Baca juga:  APBD-P 2018 Tomohon Disasarkan untuk Kegiatan Strategis

“Petani malah sudah memikirkan alih profesi. Masalahnya lahan pertanian mereka tidak lagi menerima aliran air. Apalagi akhir-akhir ini volume air di bendungan mengalami pengurangan,” tutur John yang mengaku warga Desa Mapanget, Senin (28/05/2018).

Setelah ditelusuri penyebab berkurangnya aliran air dari bendungan ke sawah warga karena sejumlah titik irigasi tak mengalir sebagaimana mestinya akibat ulah oknum tertentu.

“Sudah cukup lama kami mengalami masalah air untuk sawah kami. Bahkan beberapa petani sudah alih profesi. Mereka tidak lagi mengolah sawah karena aliran irigasi tidak normal,” kata John lagi.

Tak tahan keadaan air bendungan yang mengancam panen warga, puluhan warga menyisir bantaran bendungan Talawaan sampai ke pintu air 1 di Desa Talawaan.

Baca juga:  Ancam Buruh Proyek KEK, 3 Warga Diamankan Polisi

Para warga petani membawa alat-alat untuk membobol bendungan untuk mengaliri sawah mereka, namun digagalkan aparat gabungan TNI dan Polri dari Polsek Dimembe dan Koramil Dimembe.

Seperti diketahui, Bendungan Talawaan hingga ke Desa Winetin berjarak sekitar 3,5 Km (3.500 meter). Warga petani sepanjang jalur tersebut meliputi 4 desa yang bergantung pada sawah, yaitu Desa Kolongan, Mapanget, Winetin, Wusa, bersandar dari suplai air bendungan tersebut.(yules mondigir)

BERITA TERKAIT:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed