oleh

Plt Bupati Ajak Warga Talaud Jaga Kerukunan

MELONGUANE, Meja Hijau – Pemboman 3 gereja di Kota Surabaya, Jatim, terlanjur meresahkan seluruh warga Indonesia. Olehnya Pelaksana tugas (PLT) Bupati Petrus Simon Tuange menghimbau warga bersama seluruh stakeholder tidak terprovokasi isu terorisme.

Melainkan terus menjaga dan mempertahankan kerukunan hidup antar umat beragama yang sudah terjalin baik selama ini.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Petrus Simon Tuange saat diwawancarai para awak media didepan Kantor Bupati, Senin (14/05/2018).

“Janganlah terbawah oleh isu – isu yang ada di media sosial terkait peristiwa terorisme yang terjadi di Surabaya namun pertahankanlah rasa kebersamaan antar umat beragama,” ujar Tuange.

Menurut dia, kejadian tersebut merupakan tindakan oknum – oknum tertentu yang bertujuan merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Baca juga:  Mantiri Dampingi Wagub Sosialisasi Gerakan Siswa Menabung

Padahal tidak ada agama apapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan terorisme dengan cara saling bunuh.

“Tindakan tersebut semata-mata untuk merusak tatanan hidup masyarakat Indonesia sebab pastinya semua agama mengajarkan kerukunan dalam hidup bermasyarakat,” ujarnya.

PLT Bupati menghimbau masyarakat Talaud tetap saling menghargai satu dengan yang lain dengan tentunya bisa selalu waspada terhadap situasi sekarang ini.

“Terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI di Kabupaten Talaud. Jangan mudah terbawa isu. Saling hormat antar sesama pemeluk agama serta percayakan sepenuhnya pengamanan dan pertahanan kepada Polri dan TNI sebagai lembaga teknisnya,” pungkasnya.

Semua himbauannya, kata Tuange, itu tidak lepas dari kasus bom di tiga gereja Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi (13/05/2018).

Baca juga:  Javier Ukir Sejarah Baru Persepakbolaan Talaud

Diketahui bom meledak di tiga gereja menewaskan 13 orang dan melukai 43 orang lainnya. Bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Selang lima menit kemudian, bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno. Kemudian disusul ledakan bom di gereja GKI di jalan Diponegoro, Surabaya.(andi pusut)

BERITA TERKAIT:

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed