oleh

Desa Kibar Wakili Sulut Lomba LBS Tingkat Nasional

MELONGUANE, Meja Hijau – Meski merupakan daerah perbatasan namun Desa Kiama Barat (Kibar) di Kabupaten Kepulauan Talaud mampu menyaingi utusan kabupaten/kota lain se Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Terbukti Desa Kibar akhirnya terpilih menjadi wakil Provinsi Sulut mengikuti lomba lingkungan bersih dan Sehat (LBS) tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Talaud, Henny P Totopandey kepada sejumlah wartawan di Melonguane, Selasa (08/05/2018).

“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Talaud bisa menjadi representasi propinsi Sulut pada lomba LBS tingkat nasional,” ungkap Henny Totopandey.

Lanjut dikatakan, biarlah momentum perlombaan ini dapat menyemangat seluruh warga Talaud supaya lebih giat menjaga kebersihan lingkungan pemukiman demi terwujudnya Kabupaten Talaud yang sehat.

“Moment ini penting bagi seluruh warga Talaud untuk lebih giat dalam menjaga lingkungan yang bersih,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Kiama Barat (Kibar), Karel Losoh yang menjadi desa percontohan mewakili Talaud dalam lomba tersebut mengaku puas.

Baca juga:  Warga Kasuratan Terimbas Angin Puting Beliung, Dandim Minahasa Sampaikan Rasa Prihatin

Namun suasana desa dengan gotong-royong serta lingkungan bersih dan hijau yang selama ini dipertahankan warga masyarakat adalah modal untuk dapat turut dalam perlombaan itu.

“Ini merupakan kebanggaan bagi warga Desa Kiama Barat bisa menjadi perwakilan propinsi sulut ditingkat nasional setelah waktu lalu sukses meraih tropi juara 1 pada tingkat propinsi sulut dalam lomba Desa Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS),” ungkap Losoh.

Lanjut dia, tekad seluruh warga bahwa kita dapat meraih juara 1 dan ini juga sangat positif bagi Desa Kibar. Pemerintah pusat akan tahu keberadaan Desa Kibar yang dalam penilaian ini warga setempat menampilkan kondisi desa apa adanya serta membiarkan tim penilai melihat lingkungan desa secara riil, dan memberikan penilaian yang sesuai.

“Jadi kondisi desa yang ada adalah kondisi yang sebenarnya tanpa di lebih-lebihkan sehingga hasil penilaian pun dapat sesuai fakta. Karena itu, kami membiarkan tim penilai masuk ke rumah mana saja yang mereka mau masuk tanpa diarahkan siapapun,” jelas Losoh.

Baca juga:  Pemkab Boalemo Studi Tiru di Pemkot Bitung

Diketahui, kegiatan lomba diawali dengan pembukaan di aula Desa Kibar dan dihadiri tim penilai LBS dari pusat maupun propinsi Sulut.

Acara pembukaan juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Talaud Henny Totopandey, Camat Melonguae Oni Maliatja, Kades Kibar Karel Losoh, serta sejumlah pejabat terkait.

Mereka menyisir dari dusun satu ke dusun yang lain, Mereka melihat langsung kondisi lingkungan  Desa Kibar yang sebenarnya.(andi pusut)

BERITA LAIN:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed