oleh

Mewoh Minta Bank SulutGo ‘Bijaksanai’ Anggaran Proyek yang Belum Terpakai

TONDANO, Meja Hijau – Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke H Mewoh DEA didampingi jajaran dan asistensinya menyepakati kerjasama Implementasi Gerakan Nasional Non Tunai dan Penempatan Dana dengan pihak manajemen PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo).

Kesepakatan ditandatangani Direktur Utama PT Bank SulutGo, Jeffry H Dendeng bersama jajaran direksi dengan Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Mewoh yang didampingi jajarannya di ruang Bupati Minahasa, Kamis (03/05/2018).

Persepahaman serta kepercayaan dari Pemkab Minahasa terhadap PT Bank SulutGo, mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari manajemen Direktur Utama Jeffry H Dendeng.

“Disampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepercayaan Pemkab Minahasa terhadap kami. Kiranya Pemkab Minahasa selalu menunjang manajemen PT Bank SulutGo untuk lebih baik dan berkembang lagi,” ujar Dendeng dalam sambutannya.

Manajemen PP Bank SulutGo juga minta dukungan sepenuhnya kepada para pemegang saham juga kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota se Sulawesi Utara, bahkan kepada seluruh masyarakat agar dapat mengingatkan jika ada kekurangan dalam pelayanan.

Baca juga:  Peruntukan Tantiem PT BSG 2016 Sesuai Keputusan RUPS

“Kami meminta para pemegang saham serta masyarakat luas dapat memberitahukan kami jika dalam pelayanan ada kekurangan yang mengganggu sehingga segera dapat kami perbaiki,” pinta Dendeng.

Direktur Utama PT Bank SulutGO ini juga mengungkaokan sejumlah program yang tenga disiapkan untuk membantu kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

“Tahun 2018 ini, manajemen PT Bank SulutGo sedang menunggu ijin untuk dapat menerbitkan kartu debit, mobile banking, dan internet banking. Tujuan dari program ini supaya dapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dendeng.

Sementara Penjabat Minahasa Bupati Royke Mewoh berharap PT Bank Sulutgo dapat mendepositokan anggaran-anggaran kegiatan yang belum sempat terpakai habis.

“Apalagi kerjasama saat ini dihadiri seluruh SKPD. Dan mereka merupakan pengelola anggaran dari kegiatan masing-masing. Dan kami berharap, anggaran yang belum sempat terpakai dapat didepositokan. Itu sekiranya dapat dilakukan oleh PT Bank SulutGo,” kata Mewoh.

Baca juga:  Dinilai Hambat Investasi, Pemerintah Bakal Hapus IMB

Lanjut dikatakan soal gerakan non-tunai, tanggap Bupati Mewoh, itu mutlak harus didukung seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Alasannya karena gerakan non-tunai merupakan program yang diluncurkan Presiden RI Joko Widodo.

“Gerakan no-tunai adalah program Presiden Joko Widodo sehingga mutlak harus didukung seluruh pemerintah kabupaten kota,” jelas Mewoh.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Minahasa juga meminta aplikasi pelayanan mobile segera diterapkan bukan saja memudahkan pelayanan PT Bank SulutGo tetapi juga dapat membantu pelayanan pemerintah kepada masyarakat supaya lebih dekat dengan masyarakat.(vanny)

BERITA TERKAIT:

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed