oleh

Kisruh Yerusalem, Aktivis Sulut Ingatkan Politik Nonblok Indonesia

MANADO, Meja Hijau – Terkait kemelut Israel-Palestina soal status Kota Yerusalem, justru doktrin politik luar negeri Indonesia yang Nonblok semasa Presiden Soekarno dinilai telah berubah makna dari yang sebenarnya.

Menyusul sikap tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan Yerusalem adalah ibukota Israel, maka politik luar negeri Indonesia diusulkan sebaiknya tak terlibat jauh ke dalam pusaran konflik kepentingan.

“Politik luar negeri Indonesia, sejak lama kita kenal Nonblok yang bebas dan aktif. Pengertian aktif, artinya kita turut aktif menjaga perdamaian dunia. Sementara pengertian bebas, Indonesia tidak masuk dalam blok politik dunia, baik blok barat maupun blok timur,” papar Jimmy Tindi, aktivis Sulawesi Utara seusai diskusi terbatas akhir tahun di Kota Manado, Minggu (31/12/2017)

Baca juga:  Tahun 2017, Polda Sulut Selesaikan 9289 Kasus Kriminal

Soal manuver pemerintah soal status kota Yerusalem, Jimmy pertanyakan apakah sesuai falsafah bebas dan aktif sebagai mana dasar-dasarnya telah diletakkan semasa Presiden Soekarno dulu.

“Jadi hemat saya, persoalan ini sebaiknya diletakan pada tempat yang semestinya. Kita sebaiknya gencar diplomasi di forum PBB, seperti yang pernah dilakukan bung Karno dulu. Itu yang terutama!,” cetusnya.

Menurut Jimmy Tindi, campur tangan lebih hingga mengutuk Presiden Donald Trump karena mendukung Yerusalem Ibukota Israel, apakah itu dapat memberi jawaban adanya kedamaian terhadap rakyat Palestina.

Baca juga:  Keberhasilan Pembangunan Ditentukan Perencanaan yang Matang

“Mengutuk sikap Presiden Donald Trump bukanlah jawaban, malah akan mengancam kepentingan kita. Padahal sudah jelas dalam konstitusi, bahwa Indonesia ikut mengatur perdamaian dunia berdasarkan politik bebas dan aktif,” jelas Jimmy.

Adapun sikap Presiden Donald Trump yang dinilai kontroversial itu, telah memicu protes besar-besaran warga Palestina dan dunia internasional.

Bahkan Majelis Umum PBB menolak untuk mengakui keputusan Donald Trump soal Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi itu. Menariknya Israel sendiri memandang keseluruhan kota Yerusalem termasuk Yerusalem Timur, adalah ibukota abadi negera tersebut. Sebaliknya, Palestina sejak lama mimpikan Yerusalem Timur sebagai ibukota bagi negara tersebut dikemudian hari.(vanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed